Breaking News:

PPKM Darurat

PPKM Darurat: Mal Harus Tutup, Supermarket dan Gerai Makanan Boleh Buka dengan Pembatasan

Pusat perbelanjaan atau mal dilarang buka selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali, 3-20 Juli 2021.

Editor: rika irawati
Tribunbanyumas.com/ Eka Yulianti Fajlin
Ilustrasi. Pengunjung DPMall Semarang sedang berbelanja keperluan lebaran, Selasa (19/5/2020). Selama pelaksanaan PPKM Darurat, seluruh mal dilarang buka hingga 20 Juli 2021. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Pusat perbelanjaan atau mal dilarang buka selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali, 3-20 Juli 2021.

Pemerintah mengeluarkan kebijakan PPKM Darurat sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

"Ini (pusat perbelanjaan) ditutup sementara. Jadi, tidak ada mal yang buka sampai tanggal 20 Juli nanti," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual, Kamis (1/7/2021).

Meski begitu Luhut mengatakan, tempat makan, semisal warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, juga lapak jajanan masih boleh buka.

Hanya, mereka tidak boleh melayani makan di tempat tetapi hanya diizinkan untuk layanan pesan antar maupun take away (dibawa pulang).

Baca juga: PPKM Darurat Diterapkan 3-20 Juli, Ini Aturan Lengkap terkait Pembatasan Kegiatan

Baca juga: Syarat Bepergian Jarak Jauh Naik Transportasi Umum saat PPKM Darurat: Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin

Baca juga: 13 Daerah di Jateng Terapkan PPKM Darurat Paling Ketat, Berikut Daftarnya Menurut Menteri Kesehatan

Baca juga: PPKM Darurat Bakal Diterapkan di Karanganyar, Berikut Pemberlakuan Kebijakan Mulai 3 Juli 2021

Sementara, supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari tetap diperbolehkan untuk beroperasi.

Hanya saja, jam operasionalnya dibatasi hingga pukul 20.00 WIB,, dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen.

"Sedangkan untuk apotek dan toko obat, dapat buka selama 24 jam," ungkap dia.

Luhut berharap, pengetatan mobilitas masyarakat melalui PPKM Jawa-Bali selama 18 hari ini dapat menekan penularan Covid-19 yang saat ini mencapai lebih dari 20.000 kasus setiap harinya.

"Ini, kami berharap, dalam waktu ini (PPKM Darurat), bisa kita turunkan (kasus harian Covid-19) mungkin di bawah atau dekat 10.000," kata Luhut.

Sebagai informasi, pada Kamis (1/7/2021), kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia tercatat bertambah 24.836 kasus.

Baca juga: EURO 2020: Duel Swiss vs Spanyol Jadi Pembuka, Berikut Jadwal Lengkap Laga Perempat Final

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Jumat 2 Juli 2021: Rp 973.000 Per Gram

Baca juga: Cuaca Purbalingga Hari Ini, Jumat 2 Juli 2021: Hujan Diperkirakan Turun saat Malam Hari

Baca juga: Cuaca Purwokerto Hari Ini, Jumat 2 Juli 2021: Siang Diperkirakan Mendung dan Malam Hujan

Angka tersebut merupakan penambahan kasus harian tertinggi sejak awal pandemi terjadi di Tanah Air.

Penambahan tersebut menyebabkan total kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai 2.203.108 orang, terhitung sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "PPKM Darurat Jawa-Bali, Luhut: Semua Mal Tutup sampai 20 Juli".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved