Berita Pekalongan
Resmi! Fadia-Riswadi Dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melantik Fadia Arafiq dan Riswadi sebagai bupati dan wakil bupati Pekalongan masa jabatan 2021-2026, Minggu.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melantik Fadia Arafiq dan Riswadi sebagai bupati dan wakil bupati Pekalongan masa jabatan 2021-2026, Minggu (27/6/2021).
Keduanya dilantik bertepatan dengan hari libur pegawai negeri sipil (PNS), di Gedung Gradhika Bhakti Praja kompleks Kantor Pemerintah Provinsi Jateng Kota Semarang.
Ganjar menuturkan, ada pesan yang tersirat pada pelantikan yang digelar bertepatan dengan hari libur.
"Ini pelantikannya hari Minggu. Pesannya apa yang saya rasakan pada pelantikan hari Minggu? Ibu Bupati dan Pak Wakil Bupati, sepertinya Anda ingin mengambil inisiaitf dan ikhklaskan diri, melayani rakyat tanpa mengenal waktu, hari libur pun Anda tetap bekerja. Mudah-mudahan, ini jadi pengingat," kata Ganjar.
Baca juga: Legowo Terima Hasil Hitung Cepat Pilkada Pekalongan, Asip-Sumarwati Beri Selamat Fadia-Riswadi
Baca juga: Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan Pamitan, Asip Kholbihi: Terima Kasih Semuanya
Baca juga: Langkah Cerdas Pemkab Pekalongan Dapat Pujian Gubernur Jateng, Puskesmas Disulap Jadi RSDC
Baca juga: Rekor! 11 Pasien Covid-19 di Pekalongan Meninggal dalam Sehari, BPBD Minta Warga Patuh Prokes
Dalam pelantikan tersebut, Ganjar juga menunjukan tamu yang hadir di ruangan pelantikan sangat sedikit. Tidak seperti pelantikan kepala daerah sebelumnya.
Kondisi itu menggambarkan bahwa Jawa Tengah sedang tidak baik-baik saja karena Covid-19 masih melanda.
"Covid belum selesai. Sangat eksponensial. Dibutuhkan sikap yang tegas dalam memutuskan. Mulai hari ini, Anda membawa kapal bernama Kabupaten Pekalongan, pas dilantik bukan situasi yang tidak baik saja, tidak mudah," jelasnya.
Fadia dan Riswadi (DADI) unggul dalam pilkada 2020 setelah menang dari petahana Asip Kholbihi. Fadia-Riswadi diusung empat partai politik PDIP, Golkar, PKS, dan PAN.
Fadia merupakan Ketua DPD Golkar Kabupaten Pekalongan sedangkan Riswadi adalah Ketua DPC PDIP Kabupaten Pekalongan.
Fadia pernah mencicipi kursi wakil bupati Pekalongan bersama Bupati Amat Antono, selama periode kepemimpinan 2011-2016.
Dalam pelantikan tersebut, Ganjar juga menyinggung terkait pakta integritas untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.
Baca juga: Kasus Covid Melonjak, Penjualan Minuman Rempah dan Empon-empon di Batang Meningkat
Baca juga: Lagi Cari Kerja? Kunjungi Job Fair Virtual Unika Soegijapranata Semarang, Digelar hingga 2 Juli
Baca juga: Hasil Euro 2020: Italia dan Denmark Melaju ke Perempat Final
Pejabat yang dilantik dilarang kolusi, nepotisme, dan perbuatan tercela.
"Biasanya, komisi, sektor yang kuno biasanya terkait pengadaan barang dan jasa, itu paling rawan (tindakan korupsi). Lalu, jual beli jabatan. Selain itu, perizinan," katanya.
Ganjar meminta bupati dan wakil bupati yang baru saja dilantik tersebut untuk menyediakan pelayanan masyarakat yang mudah, murah, cepat, akuntabilitas, dan transparan.
"Cuma lima itu. Tapi, biasanya lima itu susah dilakukan," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, dilantik juga Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, yakni Widi Roati Riswadi yang merupakan istri Wakil Bupati Pekalongan.
Kemudian, juga pelantikan Ketua Dewan Kerajinan Nasioal Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pekalongan, Ashraff Khan, yang merupakan suami dari Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/pelantikan-fadia-arafiq-dan-riswadi-sebagai-bupati-dan-wakil-bupati-pekalongan.jpg)