Berita Banjarnegara Hari Ini
Terima Kasih RSI Banjarnegara, Kista Seberat 12 Kilogram di Perut Riswati Berhasil Dikeluarkan
Tim dokter RSI Banjarnegara di bawah asuhan dr Yosiana Wijaya baru-baru ini berhasil mengangkat kista seberat 12 kilogram dari tubuh Riswati.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJAENEGARA - Riswati (56), warga Desa Tanjunganom, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara terbaring lemah di RSI Banjarnegara.
Kini dia mulai lega seusai kista di perutnya telah berhasil dikeluarkan.
Tim Obstetri dan Ginekologi RSI Banjarnegara di bawah asuhan dr Yosiana Wijaya baru-baru ini berhasil mengangkat kista seberat 12 kilogram dari tubuh Riswati.
Meski mendapatkan tindakan operasi besar, keluarga tidak mengeluarkan biaya.
Baca juga: Kecuali Candi Arjuna, Dinas Pariwisata Banjarnegara Pastikan Tempat Wisata Dieng Tetap Buka
Baca juga: Cerita Budhi Sarwono Cek Wayangan di Gembongan Banjarnegara: Cuma Wayangnya yang Tidak Maskeran
Baca juga: Begini Cerita Aksi Heroik Penyelamatan Si Penjala Ikan, Terjebak Banjir Sungai Serayu Banjarnegara
Baca juga: Pemkab Banjarnegara Serahkan Bantuan Perbaikan Rumah Korban Bencana, Total Rp 399 Juta
Untuk diketahui, kista merupakan daging tumbuh yang abnormal.
Biasanya bukan kanker yang berisi cairan atau zat setengah padat, dan terkadang menimbulkan nyeri.
dr Yosiana mengatakan, pasien datang dengan perut membesar.
Konon sudah belasan tahun dia menahan kista yang membesar di dalam tubuhnya.
Selama itu, ia harus menanggung derita berkepanjangan.
"Pemeriksaan awal kami langsung putuskan untuk melakukan tindakan operasi."
"Awalnya kami perkirakan di atas 9 kilogram."
"Kami prihatin, dengan kondisinya belasan tahun menahan nyeri," kata Yosiana kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (25/6/2021).
Dalam proses tindakan operasi, awalnya tim dokter menyedot cairan sebanyak 7 liter dari tubuh pasien.
Total yang diangkat dari tubuhnya seberat 12 kilogram.
Yosiana berharap kasus semacam ini tidak lagi terjadi di masyarakat.
Jangan sampai warga menunggu lama dan harus menunggu kista membesar.
Karena rasa nyeri penyakit itu membuat seorang tidak nyaman dalam beraktivitas.
Penyebab kista ternyata beragam, mulai genetik, hormonal, parasit, atau sebab lainnya.
"Kalau kasus kista yang kami angkat itu adalah kelainan pada dinding sel telur," katanya.
Kabag Keuangan RSI Banjarnegara, Elis Susanti berkata, untuk pembiayaan pasien Riswati, keluarga tidak dipungut biaya.
Pihaknya melakukan penggalangan dana bersama Yayasan Kitabisa.
Pasalnya, pasien tidak memiliki jaminan kesehatan apapun.
"Untuk pembiayaan kami galangkan dana melalui kitabisa.com."
"Penggalangan dana dilakukan secara transparan," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (25/6/2021).
Riswati bersyukur akhirnya bisa menjalani operasi.
Dia tentu ingin sembuh sejak lama.
Tetapi dia bingung terkait penyakitnya.
Keluarga terkendala biaya untuk mengangkat penyakitnya yang telah bersarang belasan tahun.
Hingga dia harus menanggung penderitaan karena sakit bertahun-tahun.
"Sudah dua belasan tahun, selama ini kami tidak tahu harus bagaimana."
"Biaya juga bingung, Alhamdulillah ada jalan keluar," katanya. (Khoirul Muzakki)
Baca juga: Jasa Raharja Serahkan Rp 50 Juta, Hak Santunan Korban Kecelakaan Bus Haryanto di Brebes
Baca juga: Ternyata Sepasang Kekasih Asal Brebes Ini yang Buang Janin Bayi, Alasannya Karena Takut
Baca juga: Pasien Covid di Pekauman Tegal Meninggal saat Isoman di Rumah, Keluarga Menolak Perawatan di RS
Baca juga: Toetik Ernawati Resmi Jabat Ketua PN Kelas IA Tegal, Gantikan Djoni Witanto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/operasi-kista-rsi-banjarnegara.jpg)