Berita Batang
Usai Pijat Bupati Batang Wihaji, Suroso Dapat Bayaran Uang Tunai dan Bedah Rumah
Kebahagiaan dirasakan Suroso (52), seorang tukang pijit tunanetra, warga Desa Banaran, Kecamatan Banyuputih, Selasa (22/6/2021).
Penulis: dina indriani | Editor: rika irawati
Melainkan, iuran dari para pimpinan OPD yang telah dikumpulkan pada hari ulang tahun Kabupaten Batang.
"Insyaallah, akan merenovasi rumah ini agar layak huni sehingga orang yang ingin pijat di situ, nyaman, anggarannya dari iuran sukarela ASN Kabupaten Batang, jadi tidak memakai uang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)," ujarnya.
Baca juga: Tak Ada Lagi Pengiriman ke Donohudan, Karantina Covid di Kudus Kini Dipusatkan di Desa dan Kecamatan
Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Rabu 23 Juni 2021: Rp 973.000 Per Gram
Baca juga: Cuaca Purbalingga Hari Ini, Rabu 23 Juni 2021: Hujan Petir Diperkirakan Terjadi Sore Hari
Baca juga: Cuaca Purwokerto Hari Ini, Rabu 23 Juni 2021: Hujan Diperkirakan Terjadi Siang hingga Malam
Rencananya, rumah kayu Suroso akan sedikit diperbaiki. Terutama, di bagian dinding, dua kamar tidur, dan satu kamar pijat, kamar mandi, hingga memberikan perabot, termasuk kasur.
Mendengar rencana tersebut, Suroso pun terharu. Dia berterima kasih karena tak lama lagi memiliki tempat tinggal layak huni.
"Biasanya, dalam sehari, bisa memijat sampai 15 orang tapi di masa pandemi ini, sudah jarang yang minta pijat. Terkadang, dalam satu bulan, hanya 17 orang," ujarnya.
Penghasilan pasangan tukang pijat itu juga tidak menentu mereka tidak mematok harga.
"Saya tidak mematok harga, seikhlasnya saja orang yang kasih. Rapi, rata-rata diberi Rp 20 Ribu dan paling banyak Rp 50 Ribu," ujar Suroso. (*)