Minggu, 19 April 2026

Penanganan Corona

Ahli Biologi Molekuler Ini Minta Pemerintah Hentikan Sementara Penggunaan GeNose C19, Ini Alasannya

Pemerintah diminta menghentikan sementara penggunaan alat tes deteksi Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), GeNose C19.

Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Seorang calon penumpang bus tujuan Jakarta menjalani tes GeNose C19 di Terminal Tipe A Kota Tegal, Senin (19/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Pemerintah diminta menghentikan sementara penggunaan alat tes deteksi Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), GeNose C19.

Permintaan ini disampaikan Ahli biologi molekuler Ahmad Utomo.

Utomo mengatakan, permintaan ini didasarkan belum adanya hasil validasi eksternal terkait alat tersebut.

Juga, terjadinya ledakan kasus Covid-19 yang diduga, turut dipicu kurang akurasinya GeNose C19.

Sejak 1 April 2021, hasil tes GeNoSe menjadi satu di antara pilihan syarat perjalanan di semua moda transportasi, selain antigen dan PCR.

Penggunaan GeNose berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Namun, Utomo mengatakan, alat tersebut belum mengantongi validasi eksternal.

Baca juga: 17 Calon Penumpang di Stasiun Cepu Terdeteksi Positif Covid-19, Hasil Tes GeNose Selama Sebulan

Baca juga: Tertarik Kemampuan Deteksi Covid-19 dalam 3 Menit, Gubernur Ganjar Borong 100 GeNose C19

Baca juga: Mulai Hari Ini, Stasiun Cilacap Layani Tes GeNose C19. Tersedia Pemeriksaan Pagi dan Siang

Sebelumnya, validasi eksternal direncanakan dilakukan secara independen oleh tim peneliti dari institusi non-UGM dan berlangsung hingga April 2021.

"Ini sudah Juni, sejak Februari belum ada hasilnya. Ini kampus kami benar-benar merdeka, ndak untuk melaporkan hasilnya," kata Utomo saat dihubungi Kompas.com, Senin (21/6/2021).

Padahal, GeNoSe digunakan sebagai alat verifikasi perjalanan waktu mudik.

Di media sosial, sejumlah warganet membagikan testimoni para calon penumpang moda transportasi yang menggunakan tes GeNose demi mendapatkan hasil negatif Covid-19.

Ada yang mengaku positif Covid-19 saat swab antigen dan memilih menggunakan GeNose untuk melakukan perjalanan karena hasil tes menunjukkan sebaliknya.

Utomo menduga, ledakan kasus Covid-19 yang terjadi belakangan akibat dari penularan orang yang bepergian.

"(GeNoSe) harus dihentikan. Kita harus mencari masalah ledakan kasus, semua potensi masalah harus dicari. Apalagi, tes kita masih lemah, tracing lemah, apalagi orang bisa ke mana-mana hanya berdasarkan GeNoSe," jelas dia.

Sebagai gantinya, Utomo menyebut screening perjalanan bisa menggunakan alat baku yang telah disetujui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu tes PCR dan antigen.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved