Penanganan Corona
Jateng Masih Butuh Banyak Pedonor Plasma Konvalesen, Taj Yasin: Kebutuhan Terapi Bergejala Berat
Masih banyaknya permintaan konvalesen di Jawa Tengah, Taj Yasin mendorong Pemkab Kendal dan daerah lain ikut membantu penyediaan pendonor konvalesen.
Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen menyebutkan, masih ada sekira 1.000 permintaan plasma darah konvalesen di Jawa Tengah yang belum terpenuhi.
Katanya, saat ini baru 91 persen permintaan plasma darah konvalesen yang dipenuhi.
Terbanyak di 3 daerah, meliputi Kota Semarang, Surakarta, dan Banyumas.
Baca juga: Jumlah Pelamar Job Fair Membludak, Dico Ingin Siapkan Aplikasi Pendata Warga Nganggur di Kendal
Baca juga: Sekolah di Wilayah Zona Merah Kendal Disarankan Hentikan Aktivitas Tatap Muka
Baca juga: Ayah Ajak Anak Bakar Diri di Patebon Kendal, Tujuannya Agar Gugatan Cerai Dibatalkan
Baca juga: RSDC Kendal Dibuka Lagi Kamis, Sudah Siap 48 Ruang Isolasi Pasien
"Permintaan konvalesen total ada 11.197, baru bisa dipenuhi 10.136, atau 91 persen saja," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (16/6/2021).
Dengan masih banyaknya permintaan konvalesen di Jawa Tengah, Taj Yasin mendorong Pemkab Kendal dan daerah lain ikut membantu penyediaan pendonor konvalesen.
Katanya, plasma darah konvalesen masih dibutuhkan untuk melakukan terapi pasien Covid-19 yang mengalami gejala berat.
Dengan harapan, melalui ikhtiar ini bisa menekan angka kematian Covid-19 di Jawa Tengah.
"Kami titip penyediaan plasma kovelesen agar tingkat kematian bisa ditekan."
"Kami dorong betul, karena masih banyak masyarakat yang belum mendonorkan."
"Saat ini permintaan tinggi, antusias masyarakat masih rendah."
"Kami dorong agar ke depan bisa sinkron," ujarnya.
Selain itu, Taj Yasin mengimbau agar masyarakat yang memenuhi syarat tidak takut mendonorkan plasma darahnya untuk membantu kemanusiaan.
Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa agar masyarakat mau mendonorkan plasma darahnya untuk membantu sesama.
"Namanya saja plasma konvalesen, masih asing."
"Masih banyak masyarakat yang takut, perlu edukasi dan sosialisasi oleh pemerintah daerah."