Penanganan Corona
Dico: Klaster Keluarga Mendominasi Kasus Covid-19 di Kendal
Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Kendal, penyebaran Covid-19 klaster keluarga saat ini hampir merata di semua wilayah.
Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengingatkan masyarakatnya agar mewaspadai klaster penyebaran Covid-19 dalam ruang lingkup keluarga.
Katanya, tingginya kasus Covid-19 tembus 600 kasus aktif di Kendal saat ini didominasi oleh klaster keluarga.
Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Kendal, penyebaran Covid-19 klaster keluarga saat ini hampir merata di semua wilayah.
Selain itu, juga terdapat beberapa klaster di lingkungan lapas, takziah, dan perkantoran.
Baca juga: Mohon Maaf, Kantor Bakeuda Kendal Ditutup Tiga Hari, Buka Lagi Jumat 18 Juni 2021
Baca juga: Jumlah Pelamar Job Fair Membludak, Dico Ingin Siapkan Aplikasi Pendata Warga Nganggur di Kendal
Baca juga: Sekolah di Wilayah Zona Merah Kendal Disarankan Hentikan Aktivitas Tatap Muka
Baca juga: RSDC Kendal Dibuka Lagi Kamis, Sudah Siap 48 Ruang Isolasi Pasien
Kata Dico, ruang lingkup terkecil seperti keluarga menjadi satu tempat yang perlu diwaspadai terjadinya potensi penyebaran Covid-19.
Di situlah menjadi tempat dimana virus bisa saja terbawa dari luar ke dalam rumah dan menular di dalam anggota keluarga.
Dico pun menegaskan agar masyarakat Kendal benar-benar mengantisipasi penularan virus di ruang lingkup keluarga.
Melalui, disiplin protokol kesehatan, berperilaku hidup sehat dan bersih, menjaga pola makan dan istirahat, hingga menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi vitamin.
"Klaster keluarga ini harus benar-benar diantisipasi."
"Angka kematian juga di Kendal cukup tinggi lebih dari 4 persen di atas rata-rata nasional," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (16/6/2021).
Ke depannya, Dico ingin semua pihak saling bersinergi untuk melakukan sosialisasi protokol kesehatan secara masif.
Dia juga meminta agar Dinkes melakukan percepatan vaksinasi untuk menekan risiko penularan Covid-19.
"Kabupaten Kendal adalah empat terendah di Jawa Tengah yang masih minim vaksinasi."
"Kami juga giatkan lagi operasi yustisi secara masif."
"Satgas PPKM mikro harus bergerak cepat, harus ballance antara kesehatan dan ekonomi," ujarnya.
Terhadap warga yang menjalani lockdown dan isolas mandiri, Dico memastikan, semua kebutuhan makanan, perlengkapan alat mandi, vitamin, hingga buah-buahan akan dicukupi oleh pemerintah daerah.
Dia juga mengingatkan kepada masyarakat Kendal agar lebih ekstra waspada dengan menerapkan protokol kesehatan berlapis, guna mewaspadai potensi penularan virus.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Kendal, Marwoto menambahkan, pemerintah mencoba hadir di tengah-tengah masyarakat langsung dengan melakukan bakti sosial memberikan semua kebutuhan kepada warga yang melakukan isolasi mandiri.
Bakti sosial dipusatkan di Kelurahan Karangsari, dimana terdapat 95 warga dalam satu RT terpapar Covid-19 dan dilakukan lockdown lokal.
"Bakti sosial ini upaya penanganan dan pencegahan Covid-19."
"Kami sinergikan visi misi pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh masyarakat, hingga takmir masjid dan musala."
"Selanjutnya juga kami giatkan penyemprotan disinfektan di 20 titik sasaran," terangnya.
Sekretaris Dinkes Kabupaten Kendal, Budi Mulyono menerangkan, klaster keluarga menjadi klaster yang paling dominan atas meningkatnya kasus di Kabupaten Kendal.
Katanya, sebagian besar munculnya titik-titik penyebaran Covid-19 dimulai adanya penularan dalam ranah keluarga.
Sehingga, perlu diantisipasi dengan disiplin protokol kesehatan ketat setiap orang.
"Memang klaster keluarga paling banyak, terutama Kecamatan Boja dan sekitarnya."
"Ada juga beberapa wilayah lain seperti di Kecamatan Singorojo, Kota Kendal, juga Kaliwungu serta Brangsong," tuturnya. (Saiful Ma'sum)
Disclaimer Tribun Banyumas
Bersama kita lawan virus corona.
Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).
Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Begal dan Pembakar Driver Ojol di Flyover Brebes, Begini Cerita Aksi Kejinya
Baca juga: Saya Pikir Awalnya Bangkai Ayam, Penemuan Jasad Janin Bayi di Desa Krasak Brebes, Begini Ceritanya
Baca juga: Begini Kondisi Hari Ketiga Puluhan Taruna Poltran Tegal, Camat: Mereka Baik dan Sehat
Baca juga: 36 Nakes Kota Tegal Positif Covid, Dinkes Butuh Bantuan Dokter dan Perawat Berumur di Bawah 50 Tahun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/dico-cek-lockdown-lokal-kendal.jpg)