Kamis, 21 Mei 2026

Penanganan Corona

Bupati Banyumas Dicap Paling Lebay se Jateng, Berkait Kebijakan Penanganan Kasus Corona

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, dalam satu bulan ini atau sampai Selasa (15/6/2021) sudah ada 36 kasus meninggal. 

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Banyumas Achmad Husein ditemui di depan gedung DPRD Banyumas, Rabu (7/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemkab Banyumas akan memajukan larangan hajatan mulai 24 Juni 2021 dari sebelumnya diberitakan yakni pada 1 Juli 2021.

Satu hal yang melatarbelakangi aturan itu adalah sebagai upaya antisipasi agar kasus seperti di Kabupaten Kudus tidak terjadi di Banyumas

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, dalam satu bulan ini atau sampai Selasa (15/6/2021) sudah ada 36 kasus meninggal. 

Baca juga: TMMD Sengkuyung Dimulai di Banyumas, Fokus di Desa Gunung Wetan, Ini Kegiatan Fisik dan Non Fisiknya

Baca juga: Hajatan Kembali Dilarang di Banyumas, Sebatas Ijab Kabul Diperbolehkan, Berlaku Mulai 1 Juli 2021

Baca juga: Selamat, Perpustakaan SMAN 1 Ajibarang Banyumas Juara II Tingkat Jateng

Baca juga: 25 Warga Gumelar Banyumas Positif Covid, Hasil Tracing 4 Warga yang Sebelumnya Terpapar Covid-19

"Ada peningkatan kasus kematian bulan ini, bulan lalu satu bulan 49 kasus."

"Ini baru setengah bulan sudah 36 kasus," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (15/6/2021). 

Oleh karena itu Bupati memerintahkan agar hajatan dilarang mulai 24 Juni 2021.

Bupati menyampaikan, sering dianggap Bupati paling lebay karena berbagai kebijakan Covid-19.

"Saya dicap Bupati paling lebay se-Jawa Tengah karena menangani Covid-19." 

"Mungkin 80 persen, mem-bully saya."

"Tetapi tidak masalah, bagi saya karena ini tanggung jawab saya." 

"Kalau tidak seperti itu saya dosa, banyak kasus kematian," ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, masyarakat harus semakin sadar terutama terhadap varian baru. 

Menurutnya, varian baru terutama India mempunyai ciri-ciri sangat cepat dalam penyebarannya. 

"Cirinya penularan sangat cepat." 

"Kuncinya adalah protokol kesehatan secara ketat dan vaksinasi untuk 50 tahun ke atas kalau bisa habis pada Juni 2021," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (15/6/2021). 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved