Breaking News:

Penanganan Corona

Kabupaten Tegal Zona Merah, Pemkab Tutup Sementara Semua Objek Wisata dan Ajak Warga di Rumah Saja

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal menutup sementara seluruh objek wisata yang ada. Warga juga diajak tinggal di rumah saat Sabtu dan Minggu.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DESTA LEILA KARTIKA
Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie, ditemui setelah apel pencanangan Gerakan Kabupaten Tegal Bangkit Melawan Covid-19 di halaman Pemkab Tegal, Rabu (9/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal menutup sementara seluruh objek wisata yang ada. Warga juga diajak tinggal di rumah saat Sabtu dan Minggu.

Kebijakan yang berlaku mulai hari ini, Kamis (10/6/2021), itu diterapkan lantaran peningkatan kasus Covid-19 sehingga Kabupaten Tegal masuk zona merah.

Penutupan objek wisata itu tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 42 Tahun 2021 dan Surat Edaran No 443.5/B.848 Tahun 2021

Pemkab Tegal juga mencanangkan gerakan Kabupaten Bangkit Melawan Covid-19 yang berlaku mulai Rabu (9/6/2021).

Baca juga: Sudah Boleh Gelar Resepsi, Angka Pernikahan Melonjak di Tegal, Seusai Lebaran Ada 119 Pasangan

Baca juga: Berbekal Kardus Bekas, Siswa SMP IT Lukman Al Hakim Slawi Tegal Bikin Miniatur Truk hingga Sleder

Baca juga: Mulai Senin, Denda Tak Pakai Masker di Kabupaten Tegal Dipatok Rp 100 Ribu Per Orang

Baca juga: Cerita Penantian Panjang Warga Margadana Tegal Berangkat Haji, Tahun Ini Kembali Gagal Berangkat

Selain objek wisata, pemkab juga menutup sementara fasilitas umum. Juga, menggencarkan operasi yustisi, pengawasan prokes dan jam operasional, penghentian sementara pelaksanaan hajatan, kegiatan sosial, juga kegiatan keagamaan.

"Surat edaran Bupati tentang gerakan Kabupaten Tegal Bangkit Melawan Covid-19 berlaku mulai Kamis sampai tanggal 23 Juni mendatang. Sehingga, saya berharap, masyarakat bisa mematuhi karena ini juga demi kebaikan bersama," kata Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie, Kamis.

Pemkab Tegal pun berinisiatif memperberat sanksi bagi pelanggar prokes, yaitu menaikkan nilai denda sebagai sanksi administrasi individu sampai Rp 100 ribu.

Ardie mengungkapkan, dirinya, bersama Satgas Covid-19 Kabupaten Tegal, akan merevisi sanksi denda pelanggar protokol kesehatan yang tercantum dalam Peraturan Bupati (Perbup) Tegal Nomor 62 Tahun 2020, dari yang semula maksimal Rp 10 ribu menjadi maksimal Rp 100 ribu.

Kenaikan besaran sanksi denda administrasi juga diberlakukan pada badan usaha, baik usaha mikro, usaha kecil atau menengah maupun usaha besar.

Usulannya, usaha mikro dikenakan sanksi denda minimal Rp 50 ribu sampai Rp 200 ribu, usaha kecil atau menengah mulai dari Rp 200 ribu sampai dengan Rp 1 juta, dan usaha skala besar dari Rp 1 juta sampai Rp 5 juta.

Dijelaskan Ardie, usaha mikro yang dimaksud di antaranya kaki lima. Sementara, usaha kecil dan menengah berupa usaha toko atau warung, dan usaha besar meliputi minimarket atau supermarket.

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Kamis 10 Juni 2021: Rp 1.000.000 Per Gram

Baca juga: Dana Haji Rp 150 Triliun Dikabarkan Dipakai untuk Infrastruktur, Ini Penjelasan Kemenag Purbalingga

Baca juga: Dapat Bantuan, Bocah Penderita Hidrosefalus di Bawang Banjarnegara Dikunjungi Dokter Setiap Pekan

Baca juga: Cuaca Purbalingga Hari Ini, Kamis 10 Juni 2021: Diperkirakan Berawan saat Siang dan Hujan Malam Hari

"Melalui gerakan ini, saya juga mengajak warga untuk #Sabtu-Minggu di Rumah Saja. Tak lupa, tetap patuhi prokes 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas atau interaksi," pesan Ardie.

Berikut poin inti yang tertera di Surat Edaran Bupati Tegal Nomor 443.5/B.848 Tahun 2021 berkaitan dengan gerakan Kabupaten Tegal Bangkit melawan Covid-19:

  • Penutupan sementara Objek Wisata milik Pemkab Tegal, milik masyarakat, maupun milik pemerintah Desa/Bumdes selama 14 hari. Terhitung mulai tanggal 10 Juni sampai 23 Juni 2021.
  • Penutupan sementara fasilitas umum antara lain Alun-alun Hanggawana Slawi, Taman Rakyat Slawi Ayu (Trasa), Taman Bungah, Alun-alun Depan Rumah Dinas Bupati, dan tempat-tempat lain yang berpotensi menimbulkan kerumunan masa selama 14 hari. Terhitung mulai tanggal 10 Juni sampai 23 Juni 2021.
  • Pengawasan secara ketat, penerapan protokol kesehatan di pasar-pasar tradisional, baik milik pemerintah Kabupaten Tegal maupun pasar milik pemerintah desa.
  • Pengawasan secara ketat penerapan protokol kesehatan dan jam operasional mall, pasar swalayan, toko modern, restoran, rumah makan, kafe, lesehan, angkringan, dan sejenisnya, sampai pukul 21.00 WIB. Diizinkan melayani pesan antar sampai pukul 23.00 WIB.
  • Penghentian sementara pemberian rekomendasi pelaksanaan hajatan, kegiatan sosial, dan kegiatan keagamaan selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 10 Juni sampai 23 Juni 2021.
  • Memastikan dipatuhinya protokol kesehatan dalam pelaksanaan ibadah dan kegiatan lain di pondok pesantren, masjid, musala, gereja, kelenteng, dan tempat ibadah lain.
  • Memastikan dipatuhinya protokol kesehatan di lingkungan instansi pemerintah, BUMN, BUMD, dan swasta.
  • Mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Tegal untuk hari Sabtu dan Minggu di rumah saja.

Bagi masyarakat dan pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan, dikenakan sanksi dan denda administratif sesuai peraturan Bupati Tegal Nomor 62 Tahun 2020 sebagaimana telah diubah dengan peraturan Bupati Tegal Nomor 42 Tahun 2021, tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Penularan Covid-19 di Kabupaten Tegal. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved