Breaking News:

Berita Banjarnegara

Dapat Bantuan, Bocah Penderita Hidrosefalus di Bawang Banjarnegara Dikunjungi Dokter Setiap Pekan

Keluarga Dwi Aryanto (9), penderita hidrosefalus dari Desa Kebondalem, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, bisa bernafas lega.

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Keluarga Dwi Aryanto (9), penderita hidrosefalus dari Desa Kebondalem, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, bisa bernafas lega. Bocah malang itu akan menerima kunjungan dokter setiap pekan.

Dwi menderita hidrosefalus sejak berusia dua bulan dan kondisinya sangat memprihatinkan.

Seiring berjalannya waktu, kondisi Dwi makin memprihatinkan. Terlebih, ia juga menderita gizi buruk sehingga pertumbuhannya kurang optimal.

Di usianya yang kini 9 tahun, bobot Dwi hanya 6,5 kilogram. Badannya tampak mungil dan kurus.

Ia hanya melewati hari-hari di pembaringan. Dwi tak bisa menikmati masa kecil dengan bermain seperti teman-teman seumuran.

Baca juga: Lebih Mudah, Difabel Pencari SIM D di Polres Banjarnegara Difasilitasi Motor Roda 3

Baca juga: Murtinah Santai Saja Sikapi Pandemi, Begini Cerita Keseharian Pemulung di TPA Winong Banjarnegara

Baca juga: Jalan Penghubung Banjarnegara-Pekalongan Lagi Dikerjakan, Target Selesai November 2021

Baca juga: Doa Keluarga Syahrian Abimanyu di Banjarnegara: Timnas Indonesia Menang Lawan Vietnam

Saat teman-teman sepantarannya juga mengenyam bangku pendidikan untuk menatap masa depan, Dwi harus berjuang sembuh dari penyakitnya.

Namun, kedatangan tim medis Rumah Sakit Islam Banjarnegara ke rumah Dwi memberi asa.

"Kami akan memantau terus kondisinya, untuk memperbaiki kondisi kesehatannya secara umum. Karena dia mengalami kondisi gizi buruk. Setiap pekan, dokter akan memeriksa bersama tim medis untuk perbaikan nutrisinya," kata Direktur RSI Banjarnegara dr Agus Ujianto SpB, Rabu (9/6/2021).

Selasa (8/6/2021), tim medis RSI mendatangi kediaman Dwi di Desa Kebondalem. Satu di antara anggota tim tersebut adalah dr Mirza Nuchalida.

Perjalanan menuju rumah Dwi cukup panjang. Rumahnya berada di gugusan pegunungan selatan yang jauh dari perkotaan membuat tim harus menempuh perjalanan satu jam.

Halaman
1234
Penulis: khoirul muzaki
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved