Breaking News:

Penanganan Corona

Mulai Senin, Denda Tak Pakai Masker di Kabupaten Tegal Dipatok Rp 100 Ribu Per Orang

Mulai Senin (7/6/2021), pelanggar protokol kesehatan yang terjaring razia di Kabupaten Tegal bakal dikenai sanksi denda Rp 100 ribu.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal Suharinto memberikan sanksi push-up kepada tiga pemuda yang tidak memakai masker saat berkegiatan di luar rumah, Minggu (6/6/2021). Kesempatan itu juga dimanfaatkan Satpol PP menyosialisasikan denda Rp 100 ribu bagi pelanggar prokes, yang berlaku mulai Senin (7/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Mulai Senin (7/6/2021), pelanggar protokol kesehatan yang terjaring razia di Kabupaten Tegal bakal dikenai sanksi denda Rp 100 ribu.

Sanksi ini diberlakukan berdasarkan hasil rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tegal.

"Dalam rakor kemarin, ada inisiatif perubahan Perub No 62 Tahun 2020 yang mengatur sanksi pelanngar prokes. Jika sebelumnya, denda Rp 10 ribu per orang, mulai Senin (7/6/2021) besok, denda dinaikkan menjadi Rp 100 ribu per orang," ungkap Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal Suharinto, Minggu (6/6/2021).

Baca juga: Cerita Penantian Panjang Warga Margadana Tegal Berangkat Haji, Tahun Ini Kembali Gagal Berangkat

Baca juga: Bupati Tegal Umi Azizah Masih Dirawat di RSUD dr Soeselo Slawi

Baca juga: Terapkan Jemput Bola, Capaian Vaksinasi Lansia Masih Rendah di Tegal

Baca juga: Cara Deteksi Dini di Kraton Kota Tegal: Gelar Tes Antigen Warga Mobilitas Tinggi, Tiap Akhir Pekan

Bagi warga yang saat tejaring razia tidak membawa atau tidak memiliki uang Rp 100 ribu, akan ditindak lewat cara penyitaan KTP yang bisa diambil di kantor Satpol PP. Petugas juga akan mendata yang bersangkutan.

Suharinto mengatakan, razia prokes akan ditingkatkan di sejumlah titik yang memicu kerumunan. Di antaranya di Alun-alun Hanggawana Slawi, kafe, serta tempat makan lain.

"Di tempat-tempat usaha, jika terdapat pelanggaran prokes, kami lakukan penindakan tertulis. Bahkan, bisa penutupan usaha sampai pencabutan izin jika pelanggaran yang dilakukan berulang," tegas Suharinto.

Menurutnya, pengetatan prokes tak hanya diterapkan di tingkat kabupaten tetapi juga desa dan kecamatan.

Bahkan, dalam dua pekan ke depan, camat dilarang meninggalkan tempat tugas mereka untuk memonitoring penerapan prokes di desa-desa di wilayahnya.

"Semua yang kami lakukan, termasuk menaikkan denda, tentu untuk menekan angka penularan Covid-19 dan masyarakat patuh terhadap prokes, terutama memakai masker saat keluar rumah. Jadi, semua satgas, baik dari desa sampai kabupaten, semuanya bekerja sama dan saling berkoordinasi," ujarnya.

Baca juga: Tak Perlu Mondar-mandir di Dinas, Urus Izin Usaha di Banyumas Kini Cukup Lewat Aplikasi OSS-RBO

Baca juga: Bersih-bersih Taman Kota, Cara Pramuka Banyumas Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Baca juga: Di Salatiga Ada 187 Calon Jemaah Haji, Otomatis Masuk Daftar Keberangkatan 2022

Baca juga: Warga Nganjuk Ini Bikin Geger di Kota Lama Semarang, Dikira Motor Hilang Ternyata Lupa Saat Memarkir

Sementara itu, seorang warga Kabupaten Tegal, Ratna Ningsih, mengaku keberatan dengan nominal denda Rp 100 ribu yang akan diterapkan.

Namun, menurutnya, langkah tersebut dapat memberikan efek jera bagi masyarakat yang masih abai dan melanggar protokol kesehatan.

"Ya, saya juga kadang heran kalau melihat orang yang masih abai, tidak memakai masker saat keluar rumah, apalagi di keramaian. Padahalkan, pakai masker tidak berat, ya misal sesak (engap) bisa dibuka sebentar nanti dipakai lagi. Pakai masker juga demi kebaikan bersama supaya tidak terpapar virus corona," ujarnya. (*)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved