Penanganan Corona
Sujud Syukur, 33 Warga Kudus Batal ke Donohudan setelah Hasil Tes Swab Antigen Keluar Negatif
Di antara warga yang dinyatakan negatif itu seketika ada yang sujud syukur di depan Rusunawa Bakalan Krapyak, titik kumpul keberangkatan.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Sebanyak 33 warga Kudus batal berangkat ke Asrama Haji Donohudan Boyolali untuk menjalani isolasi akibat paparan virus Covid-19. Sesaat sebelum berangkat, mereka menjalani tes swab antigen dan hasilnya diketahui negatif SARS-CoV-2.
Di antara warga yang dinyatakan negatif itu seketika ada yang sujud syukur di depan Rusunawa Bakalan Krapyak, titik kumpul keberangkatan.
Mereka pun tampak gembira setelah dinyatakan terbebas dari Covid-19.
"Tadi diswab antigen negatif tapi tetap isolasi mandiri di rumah. Sampai tanggal 14 Juni," ujar Johanes Sitorus, warga Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota Kudus, yang sedianya diberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan.
Baca juga: Jateng Catatkan Kasus Baru Covid-19 Tertinggi, Pasien Terbanyak di Kudus
Baca juga: Temukan Banyak Ketidaksiapan Penanganan di Kudus, Menkes Minta Gubernur Ganjar Lakukan Ini
Baca juga: Miris! Jarum Suntik dan Alat Cek Covid-19 Berceceran di Jembatan Penyeberangan Simpang Tujuh Kudus
Baca juga: 11 ASN di Kudus dan Keluarganya Berangkat ke Asrama Haji Donohudan Boyolali, Jalani Isolasi Covid
Warga lain Purwosari, Dewi Agustina (35), mengaku, sebelumnya telah menjalani isolasi baik di rumah sakit maupun di rumah, selama dua pekan.
Tentu, hasil negatif yang Dewi terima membuat senang. Sebab, dia tidak jadi berangkat ke Asrama Haji Donohudan.
Pasalnya, dia sedang hamil tua. Perkiraan, sebulan lagi, dia melahirkan.
"Senang karena saat ini hamil, tidak perlu menjalani isolasi di Asrama Haji Donohudan. Tapi, habis ini akan tetap isolasi (di rumah) sampai 14 Juni," kata dia.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kudus Mas'ut, mengatakan, Selasa (8/6/2021) merupakan gelombang keempat pemberangkatan warga positif Covid-19 menuju lokasi isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan.
Warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah, disisir, kemudian dikumpulkan di Rusunawa Bakalan Krapyak.
Dari penyisiran tersebut, terkumpul 121 warga. Masing-masing yang belum membawa bukti tes PCR atau hasil swab antigen, di situ diperiksa satu per satu. Hasilnya, terdapat 33 warga yang negatif setelah diswab antigen.
Sementara, 88 warga dengan hasil masih positif, diberangkatkan menggunakan enam bus polisi dan mendapatkan pengawalan ketat menuju Donohudan.
"Sehingga, yang kami berangkatkan, sore ini, ke Donohudan, sejumlah 88 orang. Terdiri dari 50 laki-laki dan 38 perempuan," ujar Mas'ut.
Sementara itu, Bupati Kudus HM Hartopo, berujar, warga tidak perlu khawatir ketika harus menjalani isolasi di Asrama Haji Donohudan.
Baca juga: Tak Kunjung Pulang setelah Pamit Cari Rumput, Warga Kejobong Purbalingga Ditemukan Tewas di Kebun
Baca juga: Bebas dari Penjara, Jerinx Puasa Komentar dan Langsung Jalani Ritual Melukat
Baca juga: Polres Pemalang Buka Layanan SIM Malam Hari, Berlangsung Setiap Sabtu di Tempat Parkir Yogya Mall
Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Rabu 9 Juni 2021: Rp 1.003.000 Per Gram
Hartopo memastikan, di sana, terdapat fasilitas yang bagus, berikut pasokan makanan yang memenuhi standar gizi.