Berita Pendidikan Hari Ini
Enam SMP Terapkan Tatap Muka, Pendaftaran PPDB 2021 di Karanganyar
45 sekolah melaksanakan pendaftaran PPDB secara daring, sedangkan 6 sekolah melaksanakan secara luring atau tatap muka di Kabupaten Karanganyar.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - 6 SMP Negeri di Kabupaten Karanganyar membuka Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara luring atau tatap muka.
Berdasarkan informasi Disdikbud Kabupaten Karanganyar, ada 51 SMP Negeri yang membuka pendaftaran PPDB pada tahun ini.
Dari jumlah tersebut, 45 sekolah melaksanakan pendaftaran PPDB secara daring, sedangkan 6 sekolah melaksanakan secara luring atau tatap muka.
Baca juga: Sertifikat Hingga BPKB Menjadi Abu, Rumah Terbakar di Karanganyar, Pemilik Lagi di Rumah Tetangga
Baca juga: Akhir Pekan Ini Ada 141 Acara Hajatan di Karanganyar, Yophy: Belum Sepenuhnya Terapkan Prokes
Baca juga: Mural Gubuk Perkebunan Warga di Tawangmangu Karanganyar, Digarap Komunitas Senyum Manis
Baca juga: Pemohon Kartu Kuning Terus Meningkat di Karanganyar, Pengaruh Pendaftaran CPNS dan PPPK
Enam sekolah tersebut adalah SMP Negeri 3 Jatipuro, SMP Negeri 4 Jatiyoso, SMP Negeri 3 Jumapolo, SMP Negeri 3 Jumantono, SMP Satu Atap Kerjo, dan SMP Satu Atap Jenawi.
Seperti diketahui bersama pendaftaran PPDB di Kabupaten Karanganyar dibuka pada 21-23 Juni 2021.
Pendaftaran PPDB dapat diakses melalui website https://karanganyar.siap-ppdb.com.
Pendaftaran PPDB TK dan SD akan digelar secara luring.
Sedangkan PPDB SMP digelar secara daring dan luring.
Ada empat jalur pendaftaran PPDB tingkat SMP seperti jalur zonasi, afirmasi, perpindahan orangtua, dan prestasi.
Jalur zonasi terbagi menjadi empat, yakni zonasi kelurahan/desa tempat siswa tinggal, kecamatan, kabupaten, dan antar kabupaten.
Plt Kabid Dikdas Disdikbud Kabupaten Karanganyar, Endang Trihadiningsih menyampaikan, enam SMP melaksanakan pendaftaran PPDB secara luring atas masukan Korwil dan pertimbangan dinas.
"Pertimbangan ada susah sinyal dan ketika daring pun jumlah siswa hanya sedikit."
"Bukan semata-maya karena sinyal," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (5/6/2021).
Dia mencotohkan, semisal ada anak yang tinggal di dekat sekolah A.
Akan tetapi anak tersebut memiliki keinginan mendaftar di sekolah B melalui jalur zonasi dua atau lingkup kecamatan maupun jalur prestasi.
Mengingat ada enam sekolah yang melaksanakan pendaftaran PPDB secara luring, dinas meminta supaya pihak sekolah menerapkan protokol kesehatan ketat.
Endang menuturkan, sebelum orangtua masuk ke dalam sekolah diwajibkan mengenakan masker dan cuci tangan terlebih dahulu.
Serta dilakukan pengecekan suhu tubuh.
"Ruang kelas disterilkan sebelum dan sesudah digunakan."
"Kelas banyak, misal satu kelas 10 orang supaya tidak berkerumun," ucapnya.
Sementara itu kaitannya dengan pendaftaran PPDB SMP swasta, mayoritas melaksanakan secara luring.
Dari 31 sekolah, hanya satu sekolah yang menggelar secara daring.
"Kalau SMP dibiayai dinas, per sekolah Rp 4,4 juta untuk program PPDB," jelas Endang. (Agus Iswadi)
Baca juga: Kisah Guru SD IT AL Ihsan Banjarnegara Juara Menulis Surat untuk Kartini di Jepang
Baca juga: Tiap Sore Hari Seluruh Ruang Disemprot Disinfektan, Prokes SMPN 2 Punggelan Banjarnegara Selama PTM
Baca juga: Bandara JB Soedirman Purbalingga Sudah Beroperasi, Ganjar Tuntut Bupati Tiwi: Cari Ide Kreatif
Baca juga: Tolak Beri Uang THR, Pedagang Buah di Bobotsari Purbalingga Dikeroyok Tukang Palak