Breaking News:

Berita Bisnis

Todong Kemendag, Bupati Purbalingga Minta Revitalisasi Pasar Badog Dikerjakan Mulai 2022

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi meminta dana revitalisasi Pasar Rakyat Badog di Kelurahan Bancar ke Kementerian Perdagangan, Rabu (2/6/2021).

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi foto bersama Sekjen Kemendag RI Drs Suhanto bersama jajarannya seusai membahas revitalisasi Pasar Badog, Rabu (2/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi meminta dana revitalisasi Pasar Rakyat Badog di Kelurahan Bancar ke Kementerian Perdagangan (Kemendag), Rabu (2/6/2021).

Tiwi, sapaanya, mengungkapkan, kondisi pasar tersebut sudah tidak layak digunakan, bahkan mulai ditinggalkan pedagang.

"Pasar Badog nampak kumuh dan gelap. Terlebih, saat ini, sebagian pedagang menempati kios yang didirikan di atas badan jalan yang sudah tidak terpakai. Sehingga, di musim penghujan, akan banyak genangan air yang mengurangi kenyamanan pembeli maupun pedagang pasar," kata Tiwi dalam rilis yang diterima, Rabu.

Baca juga: Karyawan Swasta asal Jember Ditangkap Polisi di Purbalingga, Diamankan Bersama 14,44 Gram Sabu

Baca juga: Bandara JB Soedirman Purbalingga Diaktifkan, Tersedia Penerbangan Citilink setiap Kamis dan Sabtu

Baca juga: Dari Wirasaba Kini Menjadi Bandara JB Soedirman, Menengok Sejarah Kedirgantaraan di Purbalingga

Baca juga: Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau di Purbalingga Capai Rp 7,1 Miliar, Berikut Rincian Penggunaannya

Tiwi berharap, revitalisasi pasar terebut mendapat bantuan dari Kemendag. Pasalnya, dari hitungan yang dilakukan, anggaran yang dibutuhkan cukup besar dan tak mampu dibiayai APBD daerah yang tahun ini kembali difokuskan untuk penanganan pandemi Covid-19.

"Lewat revitaliasi Pasar Badog, nantinya proses perdagangan diharapkan menjadi lebih tertata, menambah kenyamanan pedagang maupun pengunjung dalam transaksi jual beli. Oleh karenanya, kami memohon agar dari Kemendag bisa merealisasikan revitalisasi Pasar Badog ini pada tahun 2022 mendatang," harap Tiwi.

Rencananya, pembangunan Pasar Badog digeser ke lahan Pemkab Purbalingga, sejauh 400 meter sebelah timur Pasar Badog yang ada.

Pemindahan ini diharapkan tidak akan mengganggu roda perekonomian yang selama ini sudah berjalan.

Pada kesempatan ini, Bupati juga memaparkan kinerja Pemkab Purbalingga selama lima tahun terakhir, khususnya dalam hal revitalisasi pasar.

Tercatat, Pemkab Purbalingga telah merevitalisasi 11 pasar dari 21 pasar yang dikelola Pemkab Purbalingga.

Dalam kunjungannya itu, Tiwi didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan serta Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Purbalingga.

Baca juga: Bupati Semarang Minta Ujian Sekolah Digelar Daring, Ngesti: Tatap Muka Hanya bagi Siswa Susah Sinyal

Baca juga: Karyawan Swasta asal Jember Ditangkap Polisi di Purbalingga, Diamankan Bersama 14,44 Gram Sabu

Baca juga: Wow! Wahana Umbul Ponggok Klaten Kini Dilengkapi Flying Board, Terbang di Atas Air Bak Ironman

Baca juga: Jelang Laga Kontra Thailand, Shin Tae-yong Pulangkan Nurhidayat Haris. Alasannya, Indisipliner

Roobongan diterima sekjen Kemendag RI didampingi beberapa pejabat Ditjend Perdagangan Dalam Negeri (PDN).

Menanggapi paparan Bupati, Sekjen Kemendag RI Drs Suhanto, mengapresiasi kinerja Pemkab Purbalingga di sektor perdagangan, yang tentunya berpengaruh terhadap pencapaian kinerja sektor perdagangan secara nasional.

"Khusus terkait usulan revitalisasi Pasar Badog, kami berkomitmen, tahun 2022 akan merealisasikan. Tentu, kami tetap mengharap adanya dukungan dari pedagang dan masyarakat Purbalingga, serta sharing APBD Purbalingga," ungkapnya. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved