Berita Banyumas

Waduh! Banyak Instansi di Pemkab Banyumas Gunakan Lambang Daerah yang Keliru

Sejumlah instansi pemerintah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, diduga menggunakan lambang daerah keliru.

Editor: rika irawati
Kompas.com/handout
Pemerhati seni dan budaya Toni Riyamukti menunjukkan dokumen lambang daerah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang benar. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sejumlah instansi pemerintah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, diduga menggunakan lambang daerah keliru.

Tak hanya soal warna, ejaan tulisan dalam lambang pun tidak tepat sehingga menghilangkan makna.

Penggunaan lambang yang keliru itu diungkapkan pemerhati seni dan budaya di Banyumas, Toni Riyamukti.

Menurut Toni, kekeliruan lambang tersebut banyak ditemukan antara lain pada bangunan-bangunan perkantoran baru, spanduk, dan stiker.

"Saya menyadari lambang yang keliru ini sekitar dua bulan lalu. Awalnya masih toleransi dengan lambang yang beda warna dan bentuk, tapi begitu melihat lambang yang tulisannya keliru, itu fatal menurut saya," kata Toni dikutip dari Kompas.com, Jumat (28/5/2021).

Baca juga: Dinkes Temukan 30 Pemudik di Banyumas Positif Covid, Tes Antigen Massal Acak Merambah Hotel dan Toko

Baca juga: Selamat! Banyumas Raih Penghargaan WTP Kesepuluh Kali secara Berturut-turut

Baca juga: Bocah 12 Tahun di Banyumas Meninggal, Diduga Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kecanduan Game Online

Baca juga: Tak Ingin Virus Covid-19 Varian India Masuk, Pemkab Banyumas Minta ASN Berdomisili di Cilacap WFH

Dia memaparkan, pada lambang pemkab yang keliru terdapat tulisan berbunyi "Rarasaning Rasa Wiwaraning Praja". Padahal, semestinya, tulisan itu berbunyi "Rarasing Rasa Wiwaraning Pradja".

Menurut Toni, kalimat "Rarasing Rasa Wiwaraning Pradja" merupakan surjasengkala yang menandakan tahun pembuatannya, yaitu 1966.

Apabila salah satu kata dari kalimat diubah maka akan menjadi tidak bermakna.

"Hal ini terjadi karena adanya sumber yang salah. Misalnya, suatu sumber di media sosial yang mengunggah lambang yang telah didesain ulang dan kemudian menjadi rujukan banyak pihak," ujar Toni.

Padahal, sumber tersebut tidak merujuk pada lambang yang benar sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 20 Juni 1970 No Pemda. 10/15/22-166 tentang Lambang Daerah Kabupaten Banjumas.

"Harapan kami, penggunaan lambang daerah Kabupaten Banyumas yang berbeda-beda agar disesuaikan dan diseragamkan mengacu kepada dasar hukumnya," kata Toni.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Banyumas Suwondo Geni mengatakan, pihaknya telah menggelar pertemuan dengan berbagai pihak untuk mambahas persoalan tersebut.

Baca juga: Diduga Masuk Lewat Jendela, Pencuri Gasak Mobil Pajero dan 3 HP Milik Warga Sumingkir Purbalingga

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Jumat 28 Mei 2021: Rp 995.000 Per Gram

Baca juga: Warga Yogyakarta Kirim Makanan Tradisional Buat Ganjar Pranowo, Ungkapan Terima Kasih Saat Harkitnas

Baca juga: Wisata di Empat Kecamatan Ini Ditutup Sementara, Dispar Kabupaten Semarang: Masuk Zona Merah

Ia tidak menampik banyak instansi yang keliru, terutama terkait penulisan pada lambang daerah.

"Hasil rapat kemarin, intinya, akan dibuat Surat Edaran Bupati agar instansi yang keliru menggunakan lambang daerah membetulkan," kata Suwondo.

Kemudian, lambang daerah yang banyak ditemukan di dunia maya, kata Suwondo, akan ditindaklanjuti Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo).

"Kami beranggapan, kalau yang salah dibiarkan terus-menerus, lama-lama menjadi dianggap betul. Kami dapat masukan dari beberapa kalangan," ujar Suwondo. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banyak Instansi Pemerintah di Banyumas Disinyalir Keliru Gunakan Lambang Daerah, Kok Bisa?".

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved