Breaking News:

Berita Banjarnegara

Rayakan Waisak, Umat Buddha Banjarnegara Lepaskan Ikan di Sungai Serayu. Begini Maknanya

Hari Raya Waisak, Rabu (26/5/2021), diperingati secara sederhana oleh umat Buddha di Desa Aribaya, Kecamatan Pagentan, Banjarnegara.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/KHOIRUL MUZAKI
Umat Buddha Banjarnegara melepaskan ikan di Sungai Serayu dalam ritual Fangshen, sebagai bagian dari perayaan Waisak, Rabu (26/5/2021). 

Sebelum tema itu bergulir, pihaknya sudah merealisasikan kegiatan sosial.

Beberapa waktu lalu misalnya, Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) membantu mendistribusikan 25 ton beras ke masyarakat Banjarnegara.

Bantuan itu berasal dari lintas komunitas, tak hanya umat Buddha dan etnis Tionghoa teteapi warga lain.

Pihaknya juga membagikan bantuan beras serta alat pelindung diri (APD) berupa masker ke masyarakat terdampak pandemi Covid-19, tanpa memandang suku, agama, ras maupun golongan.

Bantuan itu tak lain sebagai wujud kepedulian sosial untuk meringankan beban masyarakat yang hidupnya sulit karena pandemi.

"Kami juga bekerjasama dengan Polres dan Koramil untuk menyalurkan bantuan. Bantuan merata ke seluruh kecamatan. Masing-masing mendapat 10 kilogram beras dan 20 masker," katanya.

Selain bantuan beras, pihaknya juga menyerahkan bantuan masker agar masyarakat patuh menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Lonjakan Kasus Covid di Kudus Belum Teratasi, Pemkab Siapkan 5 Rumah Sakit Darurat

Baca juga: Bocah 12 Tahun di Banyumas Meninggal, Diduga Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kecanduan Game Online

Baca juga: Super Murah! Harga Nasi Goreng Bu Lasmiati di Pati Hanya Rp 3 Ribu/Porsi Sudah Termasuk Irisan Telur

Baca juga: Ditemukan Pingsan di Pinggir Jalan Kalimanah Purbalingga, Gadis Ini Ternyata Minggat Jalan Kaki

Sementara, siang ini, dalam rangka memperingati Waisak, warga Buddha Desa Aribaya melakukan ritual Fangshen. Fangshen adalah prosesi pelepasan makhluk hidup.

Pada pelaksanaan Fangshen kali ini, mereka melepaskan ikan di Sungai Serayu. Proses ini memiliki makna mendalam bagi keberlangsungan hidup makhluk.

"Tujuannya, membebaskan makhluk hidup dari penderitaan. Kalau mereka hidup di kolam, ada masanya, kalau besar dipanen. Tapi, kalau di sungai, dia bebas," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved