Breaking News:

Larangan Mudik Lebaran

Libur Lebaran, PHRI Sebut Larangan Mudik Jadi Penghambat Kunjungan Wisatawan di Karanganyar

Jumlah kunjungan ke kawasan wisata di Karanganyar diprediksi sepi saat libur Lebaran karena bertepatan dengan adanya larangan mudik.

Penulis: Agus Iswadi
Editor: deni setiawan
PEMKAB KARANGANYAR
Petugas melakukan sterilisasi di kamar salah satu hotel di kawasan wisata Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Perhimpunan Hotel dan Resto Indonesia (PHRI) Karanganyar memprediksi wisatawan lokal akan mendominasi kunjungan di kawasan wisata saat libur Lebaran tahun ini.

Penasihat PHRI Karanganyar, Karwadi menyampaikan, adanya penyekatan di beberapa daerah guna mengatisipasi adanya pemudik pada 6-17 Mei 2021 dinilai akan berdampak terhadap kunjungan penginapan maupun destinasi wisata.

Menurutnya, jumlah kunjungan ke kawasan wisata diprediksi sepi saat libur Lebaran karena bertepatan dengan adanya larangan mudik.

Baca juga: Ditarget Rampung Sebelum Lebaran, Vaksinasi Calon Jemaah Haji dan Guru di Karanganyar

Baca juga: Pemkab Karanganyar Larang Warga Gelar Halal Bihalal, Bupati: Demi Kemaslahatan Bersama

Baca juga: Ikuti Jejak Karanganyar dan Sukoharjo, Salatiga Resmi Larang Jual Beli dan Konsumsi Daging Anjing

Baca juga: Semua Miras Sitaan Digilas Gunakan Stum, Hasil Operasi Cipta Kondisi Polres Karanganyar

"Sebenarnya menyayangkan dengan adanya penyekatan otomatis menghambat pengunjung yang datang ke objek wisata di Tawangmangu," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (8/5/2021).

Dengan kondisi itu, lanjut Karwadi, wisatawan lokal diprediksikan lebih dominan dibandingkan wisatawan luar kota seiring adanya penyekatan di beberapa daerah.

Dia menuturkan, telah meminta kepada dinas terkait guna menjalin komunikasi dengan daerah sekitar.

Sehingga, warga luar dapat mengunjungi Karanganyar meski dengan beberapa persyaratan sepeti surat keterangan sehat Covid-19.

Karwadi mengungkapkan, okupansi hotel di Karanganyar mengalami penurunan selama Ramadan.

"Dahulu itu (sebelum pandemi) Lebaran digunakan untuk pemulihan karena bulan puasa sepi (pengunjung)," ungkapnya.

Terpisah Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, objek wisata di Bumi Intanpari tetap beroperasi saat libur Lebaran.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved