Breaking News:

Berita Kudus

Tak Ingin Singup, Bupati Kudus Minta Kawasan Makam Ditata Mirip Taman

Hartopo mengharapkan makam tidak lagi menjadi kawasan menakutkan bahkan menjadi momok bagi masyarakat. Hal itu, bisa diubah dengan menata makam.

TRIBUNBANYUMAS/MUHAMMAD YUNAN SETIAWAN
Bupati Kudus HM Hartopo meninjau kegiatan bersih-bersih Makam Ploso, di Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kudus, Minggu (2/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo meminta masyarakat akitf bergerak untuk mewujudkaan keindahan Kabupaten Kudus.

Satu di antaranya, menata lingkungan makam di Kota Kretek tersebut sehingga menjadi indah.

Hartopo mengharapkan makam tidak lagi menjadi kawasan menakutkan bahkan menjadi momok bagi masyarakat. Hal itu, kata dia, bisa diubah dengan menata makam.

Dikatakan Hartopo, penataan makam ini bisa dilakukan secara bergotong-royong melibatkan pihak kecamatan dan desa.

Dengan begitu, ucap dia, penataan makam untuk mewujudkan Kudus indah bisa dilakukan tanpa membebani APBD.

"Kami dahului di Makam Ploso dan Makam Kaliputu. Makam jangan sampai jadi momok menakutkan. Harapan kami, makam bisa menjadi taman," kata Hartopo seusai meninjau kegiatan bersih-bersih Makam Kaiputu, Minggu (2/5/2021).

Baca juga: Hindari Larangan Mudik, 9000 Santri di Kudus Pulang Kampung Lebih Awal

Baca juga: 733 Perusahaan di Kudus Belum Konfirmasi Sanggup Bayar THR, Ini Langkah Pemkab

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak 66 Persen, Bupati Kudus Bakal Evaluasi PTM: 1 Guru Positif, Langsung Tutup

Baca juga: Bupati Kudus Minta Warga Dukung Normalisasi Sungai Gelis: Bisa Cegah Banjir dan Jadi Wisata Rafting

Menurut Hartopo, lewat penataan kawasan makam menjadi seperti taman, orang-orang bisa singgah ke tempat tersebut.

Bahkan, kata dia, orang-orang bisa ngadem di tempat tersebut sembari ngorbrol. Selain itu, bisa juga menjadi destinasi wisata.

Saat meninjau bersih-bersih Makam Ploso dan Makam Kaliputu, Hartopo memperhatikan akses pejalan kaki.

Menurutnya, di lingkungan makam harus dilengkapi jalan setapak sehingga peziarah tidak berjalan di atas nisan-nisan.

Dia menyarankan, akses jalan peziarah dibuat dari paving sehingga peziarah bisa keluar masuk secara nyaman tanpa sungkan melangkahi nisan.

Selain itu, Hartopo juga meminta nisan-nisan yang sudah puluhan tahun tidak diziarahi, bisa disingkirkan.

Sehingga, bisa digunakan untuk akses pejalan kaki atau yang lain.

Baca juga: 13 Perusahaan di Jateng Bakal Cicil Pembayaran THR, Terbanyak Ada di Kota Semarang

Baca juga: Jelang Larangan Mudik Lebaran, Kendaraan di Gerbang Tol Kalikangkung Meningkat. Terasa Sejak Jumat

Baca juga: Razia Tempat Hiburan Malam, Polres Pati Temukan Dua Pemandu Karaoke di Bawah Umur

Baca juga: Kuswa Menangis, Terjaring Bawa Pemudik di Pos Pam Klonengan Tegal. Sempat Mengaku Takziah Orangtua

Denga penataan makam yang rapi dan bersih, masyarakat tidak lagi memandang makam dengan perasaan aneh-aneh.

"Harapan kami, orang bisa kerasan di sini. Sehingga, di sini ramai, tidak sepi, dan tidak singup. Bisa juga untuk pertemuan publik," ungkapnya. (*)

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved