Breaking News:

Berita Purbalingga

Lesbumi PCNU dan Katasapa Purbalingga Gelar Ngaji Budaya: Berisi Orasi, Baca Puisi, hingga Hadroh

Lesbumi PCNU Purbalingga bersama Komunitas Teater dan Sastra Perwira (Katasapa) Purbalingga menggelar Ngaji Budaya, Sabtu (1/5/2021).

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PCNU Purbalingga bersama Komunitas Teater dan Sastra Perwira (Katasapa) Purbalingga, menggelar Ngaji Budaya di Pendapa Sangalikuran Perumahan Abdi Kencana Purbalingga, Sabtu (1/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PCNU Purbalingga bersama Komunitas Teater dan Sastra Perwira (Katasapa) Purbalingga menggelar Ngaji Budaya, Sabtu (1/5/2021).

Bertempat di Pendapa Sangalikuran, Perumahan Abdi Kencana Purbalingga, para seniman mengisi acara lewat orasi budaya, musik hadroh, juga pembacaan puisi religi.

Untuk musik hadroh, panitia menggandeng TPQ Arina Manasikana Perumahan Abdi Kencana, asuhan Arin Hidayat.

Dalam orasi budayanya, Ketua PC Lesbumi Purbalingga Trisnanto Budidoyo, mengajak tamu yang datang terus meningkatkan ibadah di bulan Ramadan ini.

Baca juga: Buruh di Purbalingga Curhat Disambut Tawa Ganjar Pranowo: Bose Ganteng Pisan

Baca juga: Inilah Batik Soedirman Karya Warga Desa Bodaskarangjati, Diharapkan Bisa Jadi Ikon Khas Purbalingga

Baca juga: Tanpa Kompromi, 11 Perantau Warga Desa Tumanggal Purbalingga Diwajibkan Rapid Test Antigen

Selain itu, juga mengajak berdoa untuk saudara-saudara sebangsa yang sedang diuji bencana.

"Beberapa bulan kemarin, saudara-saudara kita di Kalimantan, Sulawesi dan NTT tertimpa bencana. Bulan ini, juga ada tragedi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 yang mengakibatkan korban jiwa awak kapalnya," ujar dalam acara, sebagaimana rilis yang diterima Tribunbanyumas.com dalam rilis, Sabtu.

"Serta, meninggalnya ketua umum Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto. Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi kita semua," imbuhnya.

Menurutnya, Ngaji Budaya digelar dalam balutan seni budaya lantaran seni itu indah. Karenanya, lewat media seni, pesan bisa disampaikan secara indah. Pun, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Koordinator acara, Agustav Triono mengatakan, selain menggandeng musik hadroh dari TPQ Arina Manasikana, panitia juga mengajak beberapa pegiat sastra dan pembaca puisi Purbalingga untuk tampil.

Selain dirinya, juga ada Windu Setyaningsih, Ryan Rachman, Tegar Saputra, Ikrom Rifai, Deka, Arsyad Riyadi, Zulfikar, dan Lilian Kiki Triwulan.

"Karena, di bulan Ramadan, maka puisi-puisi yang kami bacakan bertema religi," imbuhnya.

Puisi-puisi yang dibacakan adalah karya masing-masing seniman maupun karya penyair yang sudah dikenal.

Baca juga: Arif Tak Halangi Kader PAN di Banyumas yang Pindah ke Partai Ummat

Baca juga: Ganjar Pranowo Apresiasi Demo Hari Buruh di Jateng yang Tertib

Baca juga: Ganjar Kunjungi Dua Rusun Buruh di Semarang, Bagikan Sembako Hingga Mendata Korban PHK

Baca juga: Cerita Petani Kentang di Batur Banjarnegara, Gagal Raup Keuntungan Akibat Erupsi Kawah Sileri

Satu di antaranya, puisi karya KH Mustofa Bisri yang dibawakan penuh penghayatan oleh Deka.

Tak ketinggalan, Ketua Katasapa Ryan Rachman, membaca dengan syahdu terjemahan syair Al I'tiraf berkolaborasi dengan Arin Hidayat, yang mengiringinya lewat permainan keyboard.

Acara yang berlangsung sekitar dua jam tersebut berjalan sederhana namun khidmad lantaran lagu-lagu hadroh dan puisi religi yang ditampilkan. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved