Breaking News:

Erupsi Kawah Sileri

Cerita Petani Kentang di Batur Banjarnegara, Gagal Raup Keuntungan Akibat Erupsi Kawah Sileri

Semburan batu dan lumpur saat Kawah Sileri erupsi, pada Kamis (29/4/2021) petang membuat lahan pertanian di sekitar kawah menghitam. 

TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Kondisi lahan pertanian kentang warga di sekitar Kawah Sileri yang tertutup lumpur, di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (1/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Letusan Kawah Sileri Dieng melahirkan duka mendalam bagi para petani yang memiliki lahan di kawasan kawah.

Semburan batu dan lumpur saat kawah erupsi, pada Kamis (29/4/2021) petang membuat lahan pertanian di sekitar kawah menghitam. 

Lumpur hitam menutupi tanaman, mulai batang, daun hingga buah dengan ketebalan beragam. 

Baca juga: Letusan di Kawah Sileri Dieng Bisa Jadi Ancaman Serius, Meledak Tanpa Peringatan Sebelumnya

Baca juga: Dua Wisata di Dieng Banjarnegara Ini Tetap Terima Kunjungan Wisatawan, Pasca Erupsi Kawah Sileri

Baca juga: Lahan Pertanian Rusak di Sekitar Kawah Sileri Dieng, Tertutup Lumpur Hitam Pekat

Baca juga: Kabar Erupsi Kawah Sileri Dieng: Warga Batur Banjarnegara Perlihatkan Batu Besar yang Berasap

Hamparan tanaman kentang yang tadinya hijau berubah menghitam terkena semburan.

Tanaman menjadi kaku dan tak lagi segar.

Angin pun seperti tak mampu menggerakkan tumbuhan itu. 

Dahan dan ranting pepohonan banyak yang hilang.

Nyaris tidak tampak kehidupan di kawasan itu.

Yang terlihat hanya pemandangan mencekam layaknya hutan mati. 

Ini menjadi kabar buruk bagi petani.

Halaman
123
Penulis: khoirul muzaki
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved