Berita Jawa Tengah
Apel Kebangsaan di Mapolda Jateng, Pesan Gubernur Ganjar: Isi Ruang Medsos dengan Narasi Optimisme
Gubernur Ganjar Pranowo menitip pesan pada para pemuda agar memenuhi ruang-ruang medsos dengan narasi baik yang memberikan optimisme.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta warga agar menjauhi isu-isu kontroversial yang menimbulkan keributan.
Dia menegaskan, saat ini masih banyak pekerjaan rumah yang lebih penting dan mesti diselesaikan.
Mulai dari mencari strategi baru agar dapat bertahan dan bersaing dalam perubahan lingkungan eksternal dunia, kebutuhan pokok pangan karena bonus demografi makin banyak.
Kebutuhan lapangan pekerjaan, hingga memajukan energi dan teknologi informasi yang bisa menyelesaikan banyak persoalan.
Baca juga: Produk UMKM Jateng Sudah Siap Masuk Pasar Internasional, Gubernur Ganjar Pranowo Beri Bukti Ini
Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Dana Kunker DPRD Blora, Masih Tunggu Petunjuk Kejati Jateng
Baca juga: Putaran Ketiga Panggung Kahanan Jateng, Gubernur Ganjar Serahkan Bantuan Alat Gamelan di Magelang
Baca juga: Dishub Jateng Dirikan 2 Pos Penyekat di Cileduk dan Bojongsari, Jalan Tikus Pemudik dari Arah Barat
Hal itu disampaikan Ganjar seusai memimpin Apel Kebangsaan Sinergi Untuk Bangsa di Mapolda Jawa Tengah, Jumat (30/4/2021) dalam rangka menindaklanjuti pencapaian 100 hari program kerja Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Turut hadir dalam apel tersebut, jajaran Forkopimda Jateng, tokoh agama dari FKUB, perwakilan pemuda dan masyarakat, serta anggota TNI Polri.
“Ini bagian dari pelaksanaan program 100 harinya Kapolri."
"Dimana kita ingin selalu mengingatkan kepada anak-anak bangsa, bagaimana kita selalu merekatkan sesama anak-anak bangsa, betul-betul semuanya siaga."
"Tidak ada satupun yang boleh memecah anak belah bangsa,” ucap Ganjar.
“Jangan sampai kita setback pada isu-isu yang tidak penting, yang kemudian menimbulkan pergesekan dan kita cakar-cakaran terus di dalam,” lanjutnya.
Ganjar mengatakan, pemimpin-pemimpin pendahulu di Jawa Tengah telah menancapkan bahwa Jateng merupakan bentengnya Pancasila.
Banyak masyarakat dari ragam agama, dan etnis berkumpul menjadi satu, bahkan banyak tradisi yang saling menghormati perbedaan beragama.
Sehingga, kerukunan dan keguyuban harus terus digaungkan pada masyarakat.
“Agar kita jangan mau ditarik-tarik pada urusan yang tidak penting, mari kita menatap masa depan kita bersama,” kata Ganjar.
Ganjar juga menitip pesan pada para pemuda agar memenuhi ruang-ruang medsos dengan narasi baik yang memberikan optimisme.