Breaking News:

Berita Kudus

Seorang Pegawai Tata Usaha Positif Covid-19, SMP Negeri 2 Jekulo Batal Gelar Ujian Tatap Muka

Pelaksanaan ujian tatap muka di SMP Negeri 2 Jekulo batal digelar, setelah satu orang staf tata usaha di sekolah tersebut terkonfirmasi positif covid.

TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Sejumlah guru di Kudus tengah mengantre saat pelaksanaan vaksinasi di RSIA Miriam, Jumat (16/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Pelaksanaan ujian tatap muka di SMP Negeri 2 Jekulo batal digelar, setelah satu orang staf tata usaha (TU)‎ di sekolah tersebut terkonfirmasi positif Covid-19.

Sebenarnya, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus sudah menyiapkan alokasi vaksin untuk 52 guru di sekolah tersebut karena akan menggelar ujian tatap muka pada 19-26 April 2021 mendatang.

Kepala Seksi Survalen DKK Kabupaten Kudus Aniq Fuad menjelaskan, ‎vaksinasi batal dilakukan karena pelaksanaan ujian tatap muka ditunda.

Pasalnya, berdasarkan informasi, terdapat satu orang ‎yang positif Covid-19 yang diketahui sejak tanggal 8 April 2021.

"Sebenarnya, dari tanggal 8 April sudah diketahui tapi datanya baru masuk hari Kamis kemarin. Jadi, sekarang kami batalkan (vaksinasi)," ujar dia, saat ditemui di RSIA Miriam, Jumat (16/4/2021).

Baca juga: Tak Pernah Dapat BLT, Keluarga Miskin di Bae Kudus Ini Pasrah Tinggal di Rumah yang Hampir Roboh

Baca juga: Bingung Cari Takjil? Yuk, ke Pasar Ramadan di Megawon Kudus. Ada Beragam Makanan Berbuka Puasa

Baca juga: Lagi, Keran Wastafel di Kudus City Walk Hilang Dicuri

Baca juga: 5 Berita Populer: RS Aisyiyah Kudus Khawatir Tak Bisa Bayar THR-Misteri Teror Pecah Kaca Truk Kendal

Aniq mengungkapkan, kasus positif Covid-19 ini diketahui setelah yang bersangkutan mengalami gejala hilangnya kemampuan mencium bau.

Gejala itu mulai terasa setelah mengikuti sebuah acara perlombaan di sebuah desa.

"Setelah diperiksa Puskesmas, ‎ternyata hasilnya positif," kata dia.

Saat ini, Puskesmas tengah melakukan skrining menggunakan rapid antigen kepada seluruh guru dan staf di sekolah tersebut.

"Rapid antigen dilakukan untuk memastikan lingkungan sekolah itu aman, hasilnya juga‎ bisa langsung diketahui," kata dia.

Halaman
12
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved