Breaking News:

Penanganan Corona

Antisipasi Pemudik Colong Start, Terminal Tirtonadi Solo Lakukan Tes GeNose bagi Penumpang Bus AKAP

Pengelola Terminal Tirtonadi Solo melakukan deteksi Covid-19 menggunakan GeNose C19, secara acak kepada penumpang bus antar kota antar provinsi.

TRIBUNBANYUMAS/MUHAMMAD SHOLEKAN
Seorang penumpang bus AKAP yang baru tiba di Terminal Tirtonadi Solo menjalani tes GeNose C19 sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19, Senin (12/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Pengelola Terminal Tirtonadi Solo melakukan deteksi Covid-19 menggunakan GeNose C19, secara acak kepada penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP), Senin (12/4/2021).

Para penumpang bus yang masuk terminal, sebelum dites, diwajibkan mencuci tangan dan melakukan pengecekan suhu tubuh.

Koordinator Terminal Tirtonadi Solo, Joko Sutriyanto memgatakan, tes dilakukan sebagai antisipasi pemudik yang mengambil start akibat larangan mudik Lebaran yang berlaku 6-17 Mei.

"Kami lakukan antisipasi sedini mungkin, terkait larangan mudik. Mungkin, ada 1 atau 2 orang yang mendahului mudik. Prokes (protokol kesehatan) kami perketat, termasuk tes GeNose gratis," ucapnya.

Baca juga: Polresta Solo Siapkan Pos Penyekatan Jelang Lebaran, Warga Asal Luar Kota Wajib Putar Balik

Baca juga: Pemain Klub Peserta Piala Menpora 2021 di Solo Ikut Divaksin Covid-19, Pemkot Siapkan 297 Dosis

Baca juga: Bus Sugeng Rahayu Tabrak Belakang Truk di Tol Semarang-Solo, Seorang Penumpang Alami Luka di Kepala

Baca juga: Tilang Elektronik di Solo Diterapkan 23 Maret, Satu Kamera Pengawas Ada di Pertigaan Solo Square

Pihaknya mengantisipasi agar Covid-19 tidak menyebar di terminal atau secara umum di Solo Raya.

"Kami lakukan acak, khususnya bagi penumpang bus AKAP. Kami lakukan mulai hari ini sampai setelah tanggal 17 Mei 2021," ungkapnya.

Joko menuturkan, bila ada penumpang dengan hasil tes dinyatakan reaktif maka akan dilakukan karantina sementara di area terminal yang sudah disediakan.

"Lalu, kami koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kota Solo untuk proses penjemputan. Untuk tindak lanjut, apakah karantina di Asrama Haji Donohudan, rumah sakit, atau karantina mandiri, nanti diputuskan di Satgas," jelasnya.

Satu di antara penumpang, Sri Wahyuni, mengaku tak keberatan dengan tes acak tersebut. Bahkan, menurutnya, adanya tes GeNose membuat dia tahu kondisi kesehatannya.

"Terima kasih, ini buat kesehatan. Pelayanan juga bagus. Jadi, yakin dengan kondisi kesehatan," ungkapnya.

Sementara, Kapolsek Banjarsari Kompol Djoko Satrio Utomo menjelaskan, pihaknya mendukung upaya yang dilaksanakan pihak Terminal Tirtonadi.

"Karena Terminal Tirtonadi ini terminal utama di Kota Solo. Di mana, kedatangan masyarakat dari Solo maupun ke luar kota dideteksi sedini mungkin," ucap mantan Kasat Narkoba Polresta Solo itu.

Baca juga: Hasil Penelitian Profesor Unair: Daun Kelor Bisa Jadi Obat Antikanker Mulut

Baca juga: Mantan Napiter Dapat Bantuan Usaha di Hari Jadi Kota Tegal, Siap Jualan Kebab NKRI

Baca juga: Pemkab Kendal Musnahkan Hampir 10 Ribu Botol Miras, Hasil Razia dari Pedagang dan Peminum

Baca juga: Jelang Lebaran, Pengamanan dan Pengecekan Prokes di Terminal dan Stasiun di Pemalang Diperketat

Djoko menjelaskan, upaya dini dengan tes GeNose diharapkan bisa mengantisipasi klaster penyebaran Covid-19 di terminal.

"Bahkan, terminal ini sudah dicanangkan sebagai Terminal Tangguh Candi, di mana terminal sangat bisa mengantisipasi merebaknya Covid-19," ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved