Breaking News:

Berita Salatiga

Mudik Lebaran Tak Dilarang, Dishub Salatiga Minta Vaksinasi Covid Sopir Angkutan Umum Jadi Priotitas

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga Sidqon Effendi meminta pemerintah memprioritaskan vaksinasi Covid-19 bagi pelaku jasa transportasi.

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: rika irawati
PEMKOT SALATIGA
Ilustrasi. Wali Kota Salatiga Yuliyanto menunjukkan stiker khusus Angkota memenuhi standar protokol kesehatan, Senin (31/8/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga Sidqon Effendi meminta pemerintah memprioritaskan vaksinasi Covid-19 bagi pelaku jasa transportasi.

Permintaan ini disampaikan sebagai respon kebijakan pemerintah yang tak melarang mudik Lebaran 2021.

Sidqon mengatakan, di masa pandemi Covid-19 yang belum rampung ini, kebijakan tersebut harus diimbangi langkah mengantisipasi lonjakan kasus infeksi SARS-CoV-2.

"Sebelum pelaksanaan mudik Lebaran 2021, kami berharap, segera adanya dukungan prioritas vaksinasi bagi pelaku transportasi," kata Sidqon saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Minggu (21/3/2021).

Baca juga: Tunggakan Pembayaran Insentif Nakes di RSUD Salatiga Capai Rp 1,9 Miliar, Berharap Cair April

Baca juga: Gubernur Ganjar Puji Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Salatiga, Ini yang Menjadi Perhatiannya

Baca juga: 3.976 Guru Sekolah Negeri dan Swasta di Salatiga Bakal Divaksin Covid-19, Pelaksanaan Tunggu Stok

Baca juga: Kami Merasa Dipandang Sebelah Mata, Penataan Kawasan Kumuh Selalu Terbentur Anggaran di Salatiga

Menurut Sidqon, sebagai bentuk persiapan menyambut angkutan mudik Lebaran 2021, pihaknya pun telah mengusulkan vaksinasi bagi pelaku transportasi ini kepada Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga.

Ia memperkirakan, kebutuhan vaksin Covid-19 bagi pelaku transportasi di Kota Salatiga mencapai seribu orang sasaran, baik pengemudi angkutan umum maupun ojek online.

"Kami sudah data per nama serta alamat. Untuk realisasinya, sepenuhnya kewenangan DKK Salatiga sesuai ketersediaan vaksin yang ada dari pusat," katanya.

Pihaknya mengungkapkan, sampai sekarang, data pelaku transportasi yang sudah dinilai lengkap sejumlah 500 orang.

Mereka berprofesi sebagai sopir maupun kernet dan berdomisili di Kota Salatiga.

Sidqon menyatakan, vaksinasi bagi pelaku transportasi merupakan harapan semua pihak, baik penyedia layanan maupun pengguna jasa transportasi, harapannya tidak terjadi penularan virus Corona.

"Sehingga, sektor transportasi yang aman dari Covid-29 bisa kita wujudkan. Saya rasa, itu harapan kita semua, agar saat mudik nanti betul-betul khidmat dan tidak ada penularan Covid lagi, lalu lintas angkutan lancar, aman, dan selamat," ujarnya. (*)

Baca juga: Buruan Tukar dengan Chip, Mulai 1 April Kartu ATM Lama Bank Mandiri Akan Diblokir

Baca juga: Lowongan CPNS 2021 Dibuka Akhir Maret, Ini Jadwal dan Syarat yang Harus Kamu Ketahui

Baca juga: Tilang Elektronik di Solo Diterapkan 23 Maret, Satu Kamera Pengawas Ada di Pertigaan Solo Square

Baca juga: Penelitian IPB, Tiga Tanaman Herbal Ini Bisa Jadi Obat Ampuh Redakan Asam Urat

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved