Breaking News:

Penanganan Corona

Ahmad Muzani Yakini Program Vaksinasi Tak Selesai 2021, Begini Alasan Wakil Ketua MPR RI Ini

Sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, untuk mencapai herd immunity, 70 persen populasi sebuah negara harus sudah divaksin.

PARTAI GERINDRA JATENG
Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Muzani bersama pimpinan dan anggota Fraksi Gerindra DPRD Jateng memberikan bantuan beras kepada warga di Kota Semarang, Kamis (18/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Muzani menyebut proses vaksinasi di Indonesia diprediksi tak akan bisa selesai tahun ini.

Untuk mencapai herd immunity atau kekebalan komunal, Indonesia diperkirakan membutuhkan waktu hingga 2023.

Sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, untuk mencapai herd immunity, 70 persen populasi sebuah negara harus sudah divaksin.

Untuk Indonesia, harus mencapai 183 juta penduduk.

Baca juga: Uang Hasil Jual Onderdil Mobil Buat Foya-foya, Perusahaan di Semarang Ini Merugi Rp 25,5 Juta

Baca juga: Selama 2020, Pernikahan Dini di Kota Semarang Tembus 217 Kasus. Diduga Dipicu Sekolah Online

Baca juga: Tunggakan Pembayaran Insentif Nakes di RSUD Salatiga Capai Rp 1,9 Miliar, Berharap Cair April

Baca juga: 3.976 Guru Sekolah Negeri dan Swasta di Salatiga Bakal Divaksin Covid-19, Pelaksanaan Tunggu Stok

"Namun, untuk mencapai angka vaksinasi itu, dinilai cukup berat."

"Hingga saat ini vaksinasi di Indonesia baru menyasar 4 juta penduduk," kata Ahmad Muzani kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (18/3/2021).

Sekjen Partai Gerindra ini menerangkan, sekira 2 juta penduduk sudah dua kali vaksin dan 2 juta lainnya baru sekali.

Jumlah 4 juta itu, kata dia, masih terlalu jauh dibandingkan angka rekomendasi dari WHO yakni 70 persen dari populasi atau sekira 183 juta penduduk.

Ketua Fraksi Gerindra DPR RI ini mengatakan, harus diakui ada keterbatasan vaksin.

Lantaran seluruh dunia sedang berlomba untuk mendapatkannya.

Halaman
12
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved