Berita Kesehatan

Kabar Baik, 2 Pasien Sembuh dari HIV. Jenis Pengobatan Masuk Kategori Berisiko Tinggi

Kasus kesembuhan dari HIV menjadi kabar baik. Bahkan, tercatat ada dua pasien HIV yang dinyatakan sembuh dari penyakit masuk kategori mematikan ini.

Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi HIV/Aids. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, LONDON - Kasus kesembuhan dari HIV menjadi kabar baik bagi dunia. Bahkan, tercatat ada dua pasien HIV yang dinyatakan sembuh dari penyakit yang masuk kategori mematikan itu.

Pasien yang dinyatakan sembuh dari HIV tersebut bernama Adam Castillejo (40), asal London, Inggris.

Melansir The Independent pada Kamis (11/3/2021), Castillejo dinyatakan bebas dari virus HIV 30 bulan setelah berhenti terapi anti-retroviral.

Perawatan sel induk yang dia jalani untuk kanker itu juga menyembuhkannya dari HIV, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet.

Sebelum Adam Castillejo, orang pertama yang sembuh dari HIV adalah Timothy Brown pada 2011, yang dikenal sebagai "pasien Berlin".

Baca juga: Tiap Bulan 12 Kasus Baru HIV AIDS di Karanganyar, Ini Penyebabnya

Baca juga: Cerita Mami Vin Dedikasikan Hidup Dampingi Waria HIV, Hanya Tiga Jam Sehari untuk Tidur

Baca juga: Dipercaya Mencegah Virus HIV, Masyarakat Singapura Gunakan Kondom di Jari untuk Cegah Virus Corona

Ia mendapat pengobatan serupa dengan Castillejo, dan dinyatakan bebas HIV setelah 3,5 tahun.

Menurut para ilmuwan, transplantasi sel induk tampaknya menghentikan kemampuan virus mereplikasi dirinya sendiri di dalam tubuh manusia.

Tes yang dilakukan kepada Adam Castillejo menunjukkan, 99 persen sel kekebalannya telah digantikan oleh sel donor.

Peneliti utama Profesor Ravindra Kumar Gupta dari Universias Cambridge mengatakan ke BBC, "Ini mewakili penyembuhan HIV dengan hampir pasti".

"Kami, sekarang memiliki 2,5 tahun dengan remisi bebas anti-retroviral".

"Temuan kami menunjukkan bahwa keberhasilan transplantasi sel induk sebagai obat HIV, yang pertama kali dilaporkan sembilan tahun lalu pada pasien Berlin, dapat direplikasi," terangnya.

Namun, pengobatan sel induk ini berisiko tinggi karena bersifat agresif dan lebih digunakan untuk mengobati kanker, bukan HIV-nya.

Obat HIV yang ada sekarang diklaim masih efektif dan memungkinkan ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) hidup lama dan sehat.

Baca juga: Ezra Walian Resmi Berkostum Persib Bandung

Baca juga: Gara-gara Listrik Mati, Warga Pandak Banyumas Serbu Pak Kades. Khawatir Tak Bisa Nonton Ikatan Cinta

Baca juga: Viral, Wanita Berpakaian Pengantin Jawa Motoran di Jalanan Kota Pekalongan. Ini Faktanya

Baca juga: Dukung Keberadaan KIT Batang, Pemkab Anggarkan Rp 10 Miliar untuk Perbaiki Jalan Tulis-Batiombo

Prof Gupta melanjutkan, pengobatan ini hanya digunakan sebagai upaya terakhir untuk pasien HIV yang juga memiliki keganasan hematologis yang mengancam nyawa.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved