Breaking News:

Berita Otomotif

Odong-odong Melintas di Jalan Raya, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasannya

Bagaimana keabsahan odong-odong jika mengacu Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan?

TRIBUNBANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Odong-odong melintas di Jalan Pancasila Kota Tegal, Selasa (9/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Keberadaan odong-odong hias, saat ini, sedang menjadi tren di tengah masyarakat Kota Tegal.

Tidak lagi hanya di kawasan wisata, odong-odong sudah banyak dijumpai di perkampungan dan pusat kota.

Biasanya, anak-anak didampingi orangtua menaiki odong-odong untuk berkeliling di pusat kota.

Odong-odong yang beroperasi bentuknya beragam, di antaranya bus Tayo, kereta Thomas and Friends, juga kereta kencana.

Jumlah penumpang bisa memcapai 15 atau 20 orang.

Namun, bagaimana keabsahan odong-odong jika mengacu Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan?

Kasatlantas Polres Tegal Kota AKP Nur'aini Rosyidah menjelaskan, kemunculan odong-odong mulai banyak ditemui di Kota Tegal.

Mereka juga cukup meresahkan kondisi lalu lintas.

Baca juga: Awas Kena Tilang, Mulai Pekan Depan Dilarang Parkir di Sepanjang Jalan Pancasila Kota Tegal

Baca juga: Minimarket di Jalan Nanas Kota Tegal Kemalingan, Kopi dan Rokok di Etalase Ludes Digasak Pencuri

Baca juga: 4 Hari setelah Divaksi Covid-19 Guru di Kota Tegal Meninggal, Dinkes: Bukan KIPI tapi Diabetes

Baca juga: SIM Gratis Bagi Penyandang Disabilitas, Anis Hidayat: Terima Kasih Satlantas Polres Tegal Kota

Menurut Aini, sapaan Kasatlantas, sebenarnya, odong-odong dilarang melintas di jalan raya.

Odong-odong hanya diperbolehkan beroperasi di jalan kompleks atau perkampungan dan area tempat wisata.

Halaman
123
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved