Breaking News:

Berita Tegal

4 Hari setelah Divaksi Covid-19 Guru di Kota Tegal Meninggal, Dinkes: Bukan KIPI tapi Diabetes

Empat hari setelah menerima vaksinasi Covid-19, seorang guru sekolah dasar (SD) negeri di Kota Tegal, meninggal dunia.

Editor: rika irawati

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Empat hari setelah menerima vaksinasi Covid-19, seorang guru sekolah dasar (SD) negeri di Kota Tegal, meninggal dunia.

Terkait kabar ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal dr Sri Prima Indraswari memastikan, guru tersebut meninggal bukan akibat mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) melainkan karena sakit diabetes.

"Yang bersangkutan meninggal bukan karena adanya KIPI. Namun karena memiliki riwayat penyakit gula (diabetes)," kata Prima ditemui wartawan seusai acara pembinaan ASN di Pendapa Kecamatan Tegal Timur, Selasa (9/3/2021).

Baca juga: SIM Gratis Bagi Penyandang Disabilitas, Anis Hidayat: Terima Kasih Satlantas Polres Tegal Kota

Baca juga: 200 ASN Pemkot Tegal Bakal Pensiun Tahun Ini, BKPPD Bekali Mereka Kewirausahaan

Baca juga: Alhamdulillah, Awal Pekan Ini Nihil Pasien Covid-19 di RSUD Kardinah Kota Tegal

Baca juga: Kejaksaan Sudah Gali Keterangan Lima Saksi, Kasus Dugaan Korupsi CSR Covid-19 PDAM Kota Tegal

Informasi yang diterima Kompas.com, guru berinisial SH itu meninggal pada Rabu (3/3/2021).

Sebelum meninggal, pada Sabtu (27/2/2021), SH menjalani vaksinasi Covid-19 tahap kedua.

Prima mengatakan, SH sempat dirawat di RS di Kabupaten Tegal. SH diketahui warga Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, tapi mengajar di SD di Kota Tegal.

"Kemarin, kami sudah ke rumah sakitnya, bukan KIPI. Kami sudah lihat. Dia bukan warga Kota Tegal tapi memang ikut vaksinasi di Kota Tegal karena vaksinasi tahap kedua ini juga termasuk untuk guru," katanya.

Sementara, terkait proses vaksinasi tahap kedua, disebut Prima, masih berlangsung. Prioritasnya, selain tenaga pelayanan publik, juga lansia.

"Kami utamakan lansia sesuai instruksi Menteri Kesehatan. Pelayan publik juga tetap masih berjalan," terangnya.

Prima menyebut, sesuai ddata Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, setidaknya ada 27.000 lansia yang kemudian menjadi sasaran vaksinasi.

"Namun, karena jumlah vaksin masih kurang maka akan diprogramkan lagi. Untuk interval, pemberian vaksin bagi lansia lamanya 28 hari," sebutnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Guru SD di Kota Tegal Meninggal Usai Vaksin, Dinas Kesehatan Sebut Bukan karena KIPI".

Baca juga: Mulai Disiapkan Kartu Prakerja Purbalingga, Ini Tujuan dan Kelompok Sasaran Menurut Bupati

Baca juga: Terpilih secara Aklamasi, Umi Azizah Jadi Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Tegal Periode 2021-2026

Baca juga: 330 Sekolah di 13 Kecamatan di Batang Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Masuk Zonasi Hijau Covid

Baca juga: 5 Berita Populer: Bupati Kebumen Luncurkan Program 100 Hari Kerja-Janji Uang Dukung KLB Demokrat

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved