Berita Tegal Hari Ini

Kejaksaan Sudah Gali Keterangan Lima Saksi, Kasus Dugaan Korupsi CSR Covid-19 PDAM Kota Tegal

Kejari Kota Tegal telah menaikkan status kasus dugaan tipikor dana CSR PDAM dari ranah penyelidikan ke penyidikan umum, pada Kamis (18/2/2021).

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Kantor Kejaksaan Jalan Kolonel Sugiono, Kota Tegal. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Kejari Kota Tegal sudah melakukan pemeriksaan terhadap lima pejabat di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tegal

Lima pejabat tersebut diminta keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dana CSR bantuan Covid-19. 

Sebelumnya, Kejari Kota Tegal telah menaikkan status kasus dugaan tipikor tersebut dari ranah penyelidikan ke penyidikan umum, pada Kamis (18/2/2021). 

Baca juga: Disdikbud Kota Tegal Mulai Siapkan Sekolah Piloting, Rencana Terapkan KBM Tatap Muka

Baca juga: Waktunya Cicipi Varian Baru Kuliner Ponggol Khas Tegal, Ketan Jadi Pengganti Nasi di Warung Bu Ani

Baca juga: Enam ASN Bakal Jalani Pemeriksaan, Kasus Dugaan Tipikor Proyek Revitalisasi Alun-alun Kota Tegal

Baca juga: Tanggapi KLB di Deli Serdang, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tegal: Tidak Elegan dan Menjijikkan

Kasi Intel Kejari Kota Tegal, Ali Mukhtar mengatakan, ada sekira lima orang dari pejabat PDAM Kota Tegal yang sudah dimintai keterangan sebagai saksi. 

Mereka di antaranya adalah direktur dan badan pengawas (Bawas). 

Ia mengatakan, setelah lima saksi tersebut, masih akan ada pemeriksaan yang dilakukan oleh kejaksaan. 

Termasuk akan ada pemeriksaan saksi dari pihak eksternal PDAM. 

"Beberapa orang sudah dimintai keterangan sebagai saksi."

"Termasuk direktur dan bawas."

"Pemeriksaan saksi selanjutnya masih pihak internal PDAM," kata Ali kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (6/3/2021). 

Ali menjelaskan, kasus yang sedang ditangani tersebut terkait dana CSR bantuan Covid-19 dari PDAM untuk pemerintah kota. 

Dana CSR bantuan Covid-19 tersebut senilai Rp 500 juta. 

Namun dana bantuan tersebut realisasi dan peruntukannya belum jelas. 

Ali mengatakan, setelah pemeriksaan saksi dari internal PDAM selesai, pihaknya juga akan meminta keterangan dari pemerintah kota. 

Di antaranya dari bendahara umum dan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda). 

"Saat ini belum, nanti kami juga akan memeriksa sebagai saksi dari Bakeuda dan bendahara umum," ungkapnya. (Fajar Bahruddin Achmad)

Baca juga: 687 Lulusan UMP Diwisuda di Lapangan Mas Mansoer Purwokerto, Suwondo: Prokesnya Luar Biasa Baik

Baca juga: Dompet Dhuafa Minta Bupati Purbalingga Ikut Berkampanye Bantu Anak Tuna Rungu

Baca juga: Terungkap, Wanita Muda Ini yang Buang Bayi di Sungai Serayu Banjarnegara, Pelaku Sengaja Karena Malu

Baca juga: Modal Data Temuan BPK, Wartawan Internal Publik Peras Kepala DPUPR Wonosobo

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved