Berita Banjarnegara

Longsor Hantam Rumah Warga di Sigaluh Banjarnegara, Dua Keluarga Masih Mengungsi

Longsor menerjang rumah Marjono di RT 03 RW 02 Desa Pringamba, Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara, Minggu (7/3/2021).

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Relawan dan warga membersihkan material longsor yang menerjang rumah di di RT 03 RW 02 Desa Pringamba, Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara, Minggu (7/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Longsor menerjang rumah Marjono di RT 03 RW 02 Desa Pringamba, Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara, Minggu (7/3/2021).

Kejadian ini juga membuat dua keluarga lain mengungsi lantaran pergerakan tanah masih terjadi dan dikhawatirkan memicu longsor susulan.

Kepala Desa Pringamba Karno mengatakan, longsor terjadi seusai wilayahnya diguyur hujan berintensitas tinggi.

Tebing setinggi sekitar 50 meter di dekat rumah Marjono, longsor dengan lebar sekira 30 meter.

Rumah Marjono pun jebol. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Saat longsor terjadi, rumah dalam keadaan kosong.

"Tapi, kebun salak di bawah tebing, rusak terkena longsoran," katanya, Rabu (10/3/2021).

Baca juga: SMPLB Baramas Banjarnegara Bakal Bertransformasi Jadi SLB, Gunakan Gedung Bekas SDN 1 Rakit

Baca juga: 103 Pejabat Fungsional Dilantik, Bupati Banjarnegara: Bekerjalah Profesional Sesuai Bidang Tugas

Baca juga: Kisah Gadis Pelukis Wajah Asal Penusupan Banjarnegara: Kalau Meratap Sakit Terus Bisa Makin Drop

Baca juga: Niatan Bupati Banjarnegara Sudah Bulat, Minta Disuntik Vaksin Meski Miliki Riwayat Jantung Coroner

Longsor juga menyebabkan tempat pemandian umum di bawah tebing itu tertimbun.

Padahal, di tempat ini terdapat mata air yang biasa dimanfaatkan warga untuk keperluan mandi, mencuci, serta konsumsi rumah tangga.

Alhasil, warga di dua RT yang biasa menggunakan fasilitas umum ini tak bisa lagi memanfaatkan.

Namun, Karno menjamin, warga tidak sampai kekurangan air untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Mereka masih bisa menumpang atau meminta air tetangga yang memanfaatkan sumber mata air lain.

"Tertimbun semua, mata airnya juga," kata Karno.

Pascakejadian, menurut Karno, pergerakan tanah masih terjadi.

Baca juga: Tiga Remaja Putus Sekolah di Solo Jadi Korban Eksploitasi Seksual, Ditawarkan Pelaku di Media Sosial

Baca juga: Kalah Produktivitas Gol Tandang, Juventus Gagal Lagi Tembus Perempat Final Liga Champions

Baca juga: Giliran Seniman dan Budayawan di Yogyakarta Terima Vaksinasi Covid-19

Baca juga: PM Thailand Semprotkan Cairan Disinfektan ke Wartawan, Diduga Kesal Ditanya Soal Perombakan Kabinet

Jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, tebing itu dikhawatirkan akan longsor kembali.

Ia mengatakan, ada empat rumah warga di bawah tebing yang terancam. Dua rumah di antaranya telah dikosongkan dan penghuninya mengungsi.

Sementara, rumah Marjono yang sempat tertimpa material longsor, telah dibongkar.

"Masih berpotensi longsor susulan tapi semoga tidak terjadi," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved