Berita Jawa Tengah
144 Peserta Dibagi 7 Bidang, BLK Karanganyar Bakal Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi
Adanya pelatihan BLK ini adalah upaya meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat akibat dampak pandemi Covid-19.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - 144 peserta akan mengikuti pelatihan berbasis kompetensi di Balai Latihan Kerja (BLK) Karanganyar.
Kepala UPT BLK Karanganyar, Sukino Subiyantoro menyampaikan, semula ada 2.000 orang yang mendaftar.
Namun setelah dilakukan seleksi administrasi, yang lolos hanya sekira 1.400 peserta.
Baca juga: 119 Ahli Waris di Karanganyar Gagal dapat Santunan Kematian Covid, Dinsos: Santunan Tidak Ada Lagi
Baca juga: Ruang Baca Disarpus Karanganyar Sudah Dibuka Lagi, Ini Jam Operasional Kunjungan Selama Pandemi
Baca juga: Kasus Hilangnya Anak Dokter di Karanganyar Tidak Bisa Diproses Secara Hukum, Ini Penjelasan Polisi
Baca juga: Target DKK Karanganyar: 9 Ribu Dosis Sudah Disuntikkan Hingga Awal Maret 2021
"Yang lolos berdasarkan ujian tertulis ada 144 orang."
"Registrasi peserta dijadwalkan pada 8-9 Maret 2021."
"Pelatihan dimulai 15 Maret 2021," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (26/2/2021).
Peserta yang lolos itu akan dibagi untuk mengikuti pelatihan di tujuh bidang berbeda.
Seperti pembuatan roti, menjahit pakaian, desain grafis, pembuatan aksesoris, dan servise sepeda motor.
Pelatihan ini merupakan program dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
"Ruangan sudah disiapkan."
"Per ruangan maksimal 16 orang."
"Tinggal dibagi jadwalnya."
"Yang jelas supaya tidak berkerumun."
"Karena dilakukan secara tatap muka, protokol kesehatan memang harus ketat."
"Kami menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun dan dibagi masker juga," ucapnya.
Terpisah, Kepala Disdagnakerkop UKM Kabupaten Karanganyar, Martadi menambahkan, ini adalah upaya meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat akibat dampak pandemi Covid-19.
"Semoga setelah mengikuti pelatihan menjadi modal."
"Sehingga bisa diaplikasikan di wilayah masing-masing untuk meningkatkan perekonomian mereka," imbuhnya. (Agus Iswadi)
Baca juga: Begini Cara Guru SMP Negeri Satu Atap 1 Cilacap Buang Kejenuhan Siswa Akibat Belajar Daring
Baca juga: Siswa TPQ Asal Banjarnegara Tenggelam di Pantai Congot Cilacap, Begini Kronologinya
Baca juga: Ada Nakes Alami Mual dan Pusing seusai Divaksin, Dinkes Banyumas: Itu karena Ketakutan Berlebih
Baca juga: Kematian Akibat Covid-19 Mulai Melandai di Banyumas, Per Februari 2021 Cuma 60 Kasus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/martadi-disdagnakerkop-ukm-karanganyar.jpg)