Berita Cilacap

Begini Cara Guru SMP Negeri Satu Atap 1 Cilacap Buang Kejenuhan Siswa Akibat Belajar Daring

Sementara itu, guru pelajaran Bahasa Indonesia mereka, Anita Yuniarti, tampak berapi-api memotivasi siswa dengan cerita teks inspiratif.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Siswa SMP Negeri Satu Atap 1, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, mengikuti belajar di luar ruangan di hutan pinus Gunung Maruyung, Rabu (17/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Niko, Salman, Anggun, Andres dan Wini, siswa SMP Negeri Satu Atap 1, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, tampak serius memerhatikan sekumpulan semut di rerumputan hutan pinus Gunung Maruyung, Rabu (17/2/2021).

Sementara itu, guru pelajaran Bahasa Indonesia mereka, Anita Yuniarti, tampak berapi-api memotivasi siswa dengan cerita teks inspiratif.

Suasana pun berubah gayeng saat mereka mempraktikkan metode pembelajaran windows shopping.

Dalam metode ini, siswa secara berkelompok berbelanja keliling, melihat-lihat hasil karya kelompok lain untuk menambah wawasannya.

Baca juga: Siswa TPQ Asal Banjarnegara Tenggelam di Pantai Congot Cilacap, Begini Kronologinya

Baca juga: Pemuda Asal Cilacap Ditangkap Polresta Banyumas. Mencuri Sejak 2019, Sasar Sekolah dan Balai Desa

Baca juga: Hati-hati, Hujan Petir Diperkirakan Melanda Purbalingga hingga Cilacap Malam Ini

Baca juga: Benarkah Kabar Nakes Meninggal Seusai Disuntik Vaksin? Berikut Fakta dan Keterangan Dinkes Cilacap

Anita Yuniarti mengungkapkan, ia sengaja mengajak siswanya belajar di tengah hutan guna melepas kejenuhan belajar daring.

"Di Cimanggu, zonanya relatif aman karena di pedesaan. Kami juga tetap menerapkan protokol kesehatan dalam pembelajaran di luar ruangan ini," katanya kepada Tribunbanyumas.com.

Ia berharap, pembelajaran di luar ruangan ini meningkatkan semangat belajar murid-murid, terutama di tengah pandemi Covid-19.

Apa lagi, materi yang dipelajari tentang cerita teks inspiratif.

Seorang siswa, Anggun, mengaku senang bisa belajar di luar ruangan apalagi di hutan pinus bernuansa sejuk.

Menurutnya, banyak hal bisa dipelajarai dari alam.

"Tadi, kami, dalam kelompok mencari dan membuat teks inspiratif. Kami belajar dari semut yang suka bekerja sama dan bergotong royong," ceritanya.

"Dari kelompok lain, kami juga belajar banyak hal. Ini sangat menyenangkan, saya ingin belajar lagi di luar ruangan seperti ini," harapnya.

Baca juga: Pemkab Kudus Berencana Asuransikan Pasar Kliwon, Nilai Premi Ditawarkan Rp 700 Juta

Baca juga: Tak Hadiri Acara Serah Terima Jabatan Bupati Semarang, Mundjirin Dikabarkan Sakit

Baca juga: Pelantikan Ditunda, Kursi Bupati Kebumen Diisi Sementara Sekda selama Sepekan

Baca juga: Banjir Genangi Tiga Kecamatan di Pemalang, Warga: Air Masuk Sejak Selasa Petang

Sementara itu, pendamping Guru Penggerak Wiwik Nurfiana yang mengobservasi pembelajaran tersebut mengungkapkan, Guru Penggerak di Kabupaten Cilacap mengalami peningkatan pesat setelah mengikuti program ini.

Ia menilai, guru tidak lagi terpaku pada pembelajaran di kelas.

Artinya, para Guru Penggerak sudah paham mengenai konsep merdeka belajar bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja dan dari hal apa saja.

"Saya sangat mengapresiasi kemajuan yang mereka capai. Terbukti, nilai kompetensi Guru Penggerak di Cilacap termasuk yang tertinggi di tingkat nasional," tuturnya. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved