Breaking News:

Berita Karanganyar

DKK Karanganyar Minta Warga Waspada, Kasus Cikungunya Mulai Ditemukan di Dua Kecamatan

DKK Karanganyar meminta masyarakat lebih menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk guna mencegah cikungunya.

TRIBUNBANYUMAS/AGUS ISWADI
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) DKK Karanganyar, Winarno. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar meminta masyarakat lebih menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), baik di dalam rumah maupun pekarangan, menyusul ditemukannya kasus cikungunya di wilayah tersebut.

Data yang diterima Tribunbanyumas.com dari DKK Karanganyar, tercatat ada 16 kasus cikungunya mulai dari awal tahun 2021 hingga saat ini.

Kasus itu tersebar di Desa Wonolopo, Kecamatan Tasikmadu, dan lingkungan Temuireng, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) DKK Karanganyar, Winarno menyampaikan, seperti demam berdarah dengue (DBD), cikungunya juga dipicu gigitan nyamuk.

Baca juga: Jalur Solo-Purwodadi Rusak Parah, Lima Kades Kompak Surati Bupati Karanganyar

Baca juga: Sudah Dipatenkan, Dua Varietas Lokal di Karanganyar, Singkong Jarak Towo dan Kopi Lawu

Baca juga: Napak Tilas Perjanjian Giyanti di Karanganyar, GKR Mangkubumi: Saya Juga Masih Belajar Sejarah

Baca juga: Muncul Benjolan di Rahim, Orangtua Adit Rutin Konsumsi Benalu Teh, Warga Karanganyar Ini Kini Sembuh

Menurutnya, seiring tingginya intensitas hujan justru tidak terlalu berisiko terhadap merebaknya kasus cikungunya maupun DBD. Mengingat, telur nyamuk tidak terlalu lama berada di tempat penampungan air yang ada di luar rumah.

"Tahun ini ada pergeseran. Sebelumnya, (kasus cikungunya) di Tasikmadu itu banyak terjadi di Suruh. Sementara di Kecamatan Karanganyar itu di Tegalasri dan Badranasri. Sampai detik ini, di wilayah-wilayah itu malah belum ada laporan kasus itu. Ini lompat ke Temuireng, tepatnya di sisi selatan Pasar Tegalgede dan Wonolopo," katanya ditemui di kantornya, Selasa (16/2/2021).

Menurutnya, Tim dari DKK Karanganyar sudah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) di dua wilayah tersebut.

Hasilnya, banyak ditemukan jentik nyamuk, baik itu di dalam rumah maupun pekarangan, semisal di bekas potongan bambu.

"Masih di bawah standar. Kalau PSN baik, itu angka bebas jentik minimal 95 persen. kemarin itu di bawah 60 persen," ucapnya.

Baca juga: Pelantikan Tiwi-Dono Digelar Akhir Februari, Kursi Sementara Bupati Purbalingga Bakal Diisi Sekda

Baca juga: Tanjakan Kembali Ambles, Jalur Menuju Guci via Clirit View Ditutup untuk Mobil

Baca juga: Jalan Pantura Semarang di Mangkang Rusak Parah, Pengendara Mengeluh Macet dan Lelah

Baca juga: Terpeleset Lewati Pemecah Ombak, Siswa TPQ Banjarnegara Tewas Tenggelam di Pantai Congot Cilacap

Winarno mengatakan, gejala cikungunya di antaranya badan terasa lemas dan pegal-pegal. Untuk dapat pulih kembali, penderita cukup beristirahat.

Lanjutnya, efek yang ditimbulkan dari penyakit chikungunya cenderung tidak terlalu berisiko apabila dibandingkan DBD.

Kendati demikian, masyarakat tetap diimbau lebih menggiatkan gerakan PSN.

"Yang kadang lupa itu, yang diperiksa hanya di dalam rumah. Tapi, melihat PE kemarin, ditemukan banyak jentik di luar rumah atau pekarangan," ujarnya. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved