Berita Jawa Tengah
Rohadi Berniat Gantung Kunci, Sopir Angkot di Pemalang: Cari Rp 25 Ribu Susahnya Minta Ampun
Sepinya penumpang membuat para pengemudi angkot di Kabupaten Pemalang mengeluh, karena berpengaruh pada pendapatan mereka.
Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, PEMALANG - Kabin penumpang di beberapa angkot yang melintas di kawasan Alun-alun Kabupaten Pemalang, nampak kosong.
Hal itu tak hanya terlihat pada satu kendaraan umum, namun juga pada angkot yang bersliweran di lokasi tersebut.
Sepinya penumpang membuat para pengemudi angkot mengeluh, karena berpengaruh pada pendapatan mereka.
Baca juga: Ini Hasil Program Infrastruktur Sepanjang 2020, Capai Rp 241 Miliar, Ditangani DPUTR Pemalang
Baca juga: DPUTR Pemalang: Pembangunan Jembatan Penghubung Desa yang Rusak Itu Butuh Rp 1 Miliar
Baca juga: Warga Desa Suru Pemalang Terisolasi, Jalan Masuk Tertutup Longsor dan Jembatan Penghubung Putus
Baca juga: Pedagang Ecer di Pemalang Makin Menjerit Kepedasan, Warinto Enggan Lagi Jual Cabai Setan
Kondisi itu terjadi sejak awal Pandemi Covid-19 melanda di Indonesia, dan berimbas di beberapa daerah termasuk Pemalang.
Seraya meluapkan nasib karena sepinya penumpang, Rohadi, satu di antara pengemudi angkot, bahkan berniat gantung kunci.
"Besok stop saja ngompreng."
"Kondisinya seperti ini terus, rugi di ongkos terus," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (13/2/2021).
Dilanjutkan Rohadi, penurunan pendapatannya sangat drastis bahkan bisa dikatakan hampir 80 persen.
"Biasanya sehari bisa bawa pulang Rp 100 ribu, sekarang, bawa pulang Rp 25 ribu saja susahnya minta ampun," paparnya.
Meski demikian ia masih beruntung dibanding pengemudi lainya, karena punya angkot sendiri.
"Kalau saya masih mendingan, rekan-rekan yang harus setor ke pemilik angkot lebih susah lagi," jelasnya.
Sepinya pengguna transportasi umum dipicu mewabahnya Covid-19 di Kabupaten Pemalang.
Seperti yang diterangkan Sriyanti, warga Kecamatan Pemalang, ia tak mau naik kendaraan umum lantaran takut tertular Covid-19.
"Kalau berdesakan pastinya takut tertular."
"Jadi sejak pandemi Covid-19 saya jarang naik angkutan umum."