Berita Banjarnegara

Dihajar Cuaca Ekstrem, Panen Durian Sigaluh Banjarnegara Tak Memuaskan. Pesta Durian Batal Digelar

Cuaca ekstrem tahun ini menambah derita petani durian di Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, yang sebelumnya terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/KHOIRUL MUZAKI
Petani Desa Kemiri, Kecamatan Sigaluh, menunjukkan isi durian lokal, Rabu (3/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Cuaca ekstrem tahun ini menambah derita petani durian di Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, yang sebelumnya terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Panen raya yang biasa terjadi di awal tahun tak datang lantaran buah durian rusak atau tak jadi akibat terjangan cuaca ekstrem.

Padahal, biasanya, saat panen berlimpah, petani di sentra durian di Banjarnegara itu menggelar Pesta Durian di objek wisata Curug Pitu, Desa Kemiri, Kecamatan Sigaluh. Seperti, akhir Januari 2020 lalu.

Di festival ini, pengunjung bisa menikmati durian sepuasnya hanya dengan membayar seratusan ribu.

Gandeng Ponpes Alif Baa, Kapolres Banjarnegara Coba Berikan Pekerjaan Buat Nenek Diduga Pencopet

Bupati Banjarnegara: 2.322 Nakes Sudah Divaksinasi, 20 Persen Belum Penuhi Syarat

Sempat Tertulup Bius, Kera Ekor Putih Berhasil Lolos dari Perburuan Petugas Damkar Banjarnegara

Pebalap Liar di Banjarnegara Harus Hancurkan Knalpot Brongnya Pakai Palu, Setelahnya Dibawa Pulang

Masyarakat yang tergabung dalam Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kawisesa juga menggelar Pasar Durian di pinggir jalan nasional di Desa Randegan, Kecamatan Sigaluh, yang biasanya mengundang masyarakat berbagai daerah untuk datang.

Tetapi, pemandangan itu tidak terlihat di awal tahun ini.

Pandemi membuat panitia meniadakan kegiatan Pesta Durian maupun Pasar Durian karena berpotensi melahirkan kerumunan.

Tetapi, pandemi bukan satu-satunya alasan panitia meniadakan kegiatan. Alasan lain, hasil panen tahun ini kurang memuaskan.

"Karena pandemi, hasil panen juga sedikit. Pesta Durian dan Pasar Durian tidak digelar tahun ini," kata Eko Parmadi, petani durian sekaligus penyelenggara Pesta Durian 2020, Rabu (3/2/2021).

Eko mengatakan, hasil panen petani saat ini menurun drastis di banding bulan sama, tahun lalu.

Produktivitas pohon jauh berkurang. Saat musim panen raya tahun lalu, produksi buah Durian di Desa Kemiri mencapai sekitar 1000 sampai 2000 butir tiap harinya.

Eko Hanya Bisa Menangis Melihat Truk Pengangkut Pasirnya Terseret Arus Sungai Polaga Purbalingga

Wali Kota Solo Tak Akan Saklek Terapkan Gerakan Jateng di Rumah Saja, Begini Alasannya

Gerakan Jateng di Rumah Saja di Banyumas, Pasar Tradisional Tetap Buka dalam Penjagaan Petugas

Supriadi Menyerahkan Diri ke Polisi setelah Membunuh Istri, Dipicu Cekcok Tak Boleh Beli Sepatu

Tetapi, saat ini, durian yang dipanen di desa itu hanya berkisar 100 sampai 200 butir per hari.

Kualitas buah durian juga menurun. Banyak ditemukan buah dengan rasa hambar atau kurang manis.

Akibatnya, petani atau pedagang harus menyortir lagi hasil panennya yang sedikit agar tidak mengecewakan pelanggan.

Menurunnya produktivitas buah hingga sebagian kurang manis ini disinyalir karena dampak cuaca ekstrem.

Curah hujan yang terlalu tinggi membuat bunga atau bakal buah rontok.

Padahal, permintaan buah durian, meski pandemi, tetap tinggi. Terlebih, durian lokal dari Kecamatan Sigaluh, cukup dikenal masyarakat luar karena keunggulannya.

Beberapa varietas durian lokal dari daerah ini bahkan sempat memenangi kontes durian di tingkat provinsi maupun nasional.

"Permintaan durian banyak dari luar kota, Jakarta, Semarang, Yogya," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved