Berita Nasional
Melihat Tanda-tanda Ini, Lapan Menduga Suara Dentuman di Buleleng Bali Terjadi Akibat Asteroid Jatuh
Suara dentuman misterius di Buleleng Bali, Minggu (24/1/2021), mengundang perhatian Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).
Informasi tentang adanya suara dentuman itu beredar di media sosial Twitter. Sejumlah warganet menyebutkan, suara dentuman tersebut berasal dari meteor yang jatuh dan mendarat di daerah Buleleng, Bali.
Sementara itu, berdasarkan keterangan dari Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, beberapa warga di Kintamani dan Besakih mengaku melihat objek langit semacam meteor yang melintas ke arah barat daya.
Baca juga: Penyanyi Anji Sempat Terpapar Covid: Alhamdulillah Sekarang Sudah Negatif
Baca juga: WNA dari 30 Negara Ini Dilarang Masuk ke Amerika Serikat, WNA dari Asia Dikecualikan
Baca juga: Tak Ikut Divaksin Gara-gara Terkendala Usia, Bupati Banyumas Asyik Videokan Proses Vaksinasi Covid
Baca juga: Otak Perampokan Rp 563 Juta di Kota Semarang Ditangkap saat Menuju Rumah Istri Kedua
Warga Buleleng yang sedang upacara adat juga mengaku melihat objek melintas di langit.
Ada juga nelayan di pantai Buleleng yang mengaku menyaksikan fenomena serupa.
"Jika laporan warga itu benar, melihat meteor yang melintas di atas Bali maka fenomena shockwave yang terjadi telah berubah menjadi gelombang seismik yang akhirnya dapat direkam oleh sensor gempa BMKG," kata Daryono.
Terekam sensor BMKG
Daryono mengatakan, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya anomali sinyal seismik yang tercacat pada sensor seismik Singaraja (SRBI) pada pukul 10.27 WITA.
Daryono mengatakan, rekaman seismik tersebut memiliki durasi sekitar 20 detik, dan dilihat dari anatomi seismogramnya tampak bahwa sinyal seismik tersebut bukanlah merupakan sinyal gempa bumi tektonik.
"Jika sinyal seismik tersebut kita coba tentukan magnitudonya menggunakan formulasi penentuan mangnitudo gelombang gempa akan dihasilkan kekuatan 1,1 magnitudo lokal," kata Daryono.
Ia menyebutkan, sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WITA tidak ada aktivitas gempa di wilayah Bali.
"Sehingga dipastikan anomali gelombang seismik tersebut bukan aktivitas gempa tektonik," kata Daryono. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lapan: Suara Dentuman di Bali Diduga karena Asteroid Besar yang Jatuh".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/asteroid-dekati-bumi-saat-ramadan.jpg)