Berita Nasional

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Gunungkidul, Getaran Terasa di Pacitan Hingga Trenggalek

Gempa berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang Gunungkidul, Rabu (20/1/2021) dini hari, sekitar pukul 03.10 WIB.

Editor: rika irawati
Shutterstock
Ilustrasi gempa 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Gempa berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang Gunungkidul, Rabu (20/1/2021) dini hari, sekitar pukul 03.10 WIB. Gempa ini bisa dirasakan hingga Pacitan dan Trenggalek.

Berdasarkan keterangan BMKG melalui Twitter, episenter gempa di Laut Selatan Jawa ini terletak di koordinat 9,04 LS dan 110,51 BT.

Gempa ini tepatnya berlokasi di laut pada jarak 116 kilometer arah Barat Daya Gunungkidul, Yogyakarta. Kedalamannya 17 kilometer.

Tak lama setelah itu, gempa bumi tektonik berkekuatan M 5,0 kembali mengguncang Samudera Hindia Selatan Jawa dini hari tadi pada pukul 03.11 WIB.

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 8,91 LS dan 110,57 BT. Ini berarti, posisinya tak terlalu jauh dari gempa pertama.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno MSi menyampaikan dalam keterangan tertulisnya bahwa lokasi tepatnya gempa bumi ini terjadi yaitu di laut pada jarak 98 kilometer arah Barat Daya Kota Pacitan, Jawab Timur pada kedalaman 35 kilometer.

Dijelaskan Bambang, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike slip)," kata dia.

Baca juga: Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Hotel, dan Rumah Ambruk saat Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Majene

Baca juga: UPDATE Gempa Majene Sulbar: 27 Orang Dilaporkan Tewas, Belasan Ribu Warga Mengungsi

Baca juga: Gempa Majene Lanjutan dari Gempa Palu, Berikut Analisis dan Saran Ahli Gempa Unsoed Asmoro Widagdo

Kendati kejadian gempa bumi berlokasi di laut tetapi hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa kedua gempa tidak berpotensi tsunami.

Kedua gempa dirasakan di Pacitan dan Trenggalek, dengan skala intensitas getaran berbeda.

Di Pacitan, guncangan gempabumi ini dirasakan dengan skala intensitas II-III MMI, di mana getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan truk berlalu.

Sedangkan, di daerah Trenggalek, guncangan dirasakan dengan skala intensitas II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

"Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," ujarnya.

Sementara itu, hasil monitoring BMKG hingga pukul 04.35 WIB, belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.

Namun, masyarakat tetap diminta menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved