Breaking News:

Berita Banjarnegara

Cerita Sedih Pedagang Nasi Goreng di Banjarnegara, Hari Pertama PPKM Banyak yang Terbuang Sia-sia

Senin (11/1/2021) sekira pukul 21.00, Yogi, pedagang nasi goreng di kompleks SPBU Kecamatan Bawang kaget ketika didatangi petugas patroli malam.

TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
ILUSTRASI seorang pedagang makanan sedang melayani pembeli, suasana malam hari di Kabupaten Banjarnegara, Rabu (13/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Kabupaten Banjarnegara telah memulai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak Senin (11/01/2021).

Sektor usaha pun harus ikut beradaptasi dengan kebijakan tersebut. 

Selain kapasitas makan di tempat dibatasi maksimal 25 persen, jam operasional juga dibatasi.

Baca juga: Begini Cara Pemkab Banjarnegara Tangani Longsor di Glempang Mandiraja

Baca juga: SK 376 CPNS Diserahkan, Bupati Banjarnegara Jelaskan Aturan Biar Lulus Masa Percobaan Setahun

Baca juga: Longsor Tutup Jalan Provinsi di Desa Glempang Mandiraja, Jalur Banjarnegara-Kebumen Putus

Baca juga: Motor Warga Gentansari Banjarnegara Ini Raib Digondol Maling, Korban Lupa Cabut Kunci

Jam operasional angkringan, pedagang kaki lima (PKL), atau usaha sejenisnya dibatasi maksimal hingga pukul 21.00. 

Ternyata, kebijakan ini cukup memukul pedagang yang menjalankan usahanya di malam hari. 

Senin (11/1/2021) sekira pukul 21.00, Yogi, pedagang nasi goreng di kompleks SPBU Kecamatan Bawang kaget ketika didatangi petugas patroli malam.

Mereka meminta Yogi untuk menutup usahanya saat itu juga.  

Petugas itu sembari diperlihatkan SE Bupati Banjarnegara yang menjadi dasar penertiban itu.

Sontak peringatan itu membuatnya gentar.

Dadanya pun mendadak bergetar.  

Halaman
1234
Penulis: khoirul muzaki
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved