Breaking News:

Berita Banjarnegara

Begini Cara Pemkab Banjarnegara Tangani Longsor di Glempang Mandiraja

Pemkab telah mengerahkan satu buldoser, dua eskavator untuk menyingkirkan material longsor yang menutup jalan provinsi di Banjarnegara. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Pemkab Banjarnegara mulai menangani dampak longsor yang menimbun jalan provinsi di Desa Glempang, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Rabu (13/1/2021). 

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono mengatakan, pihaknya telah mengerahkan satu buldoser, dua eskavator untuk menyingkirkan material longsor yang menutup jalan provinsi itu. 

Empat dump truck juga diturunkan untuk mengevakuasi material longsor dari lokasi bencana. 

Baca juga: SK 376 CPNS Diserahkan, Bupati Banjarnegara Jelaskan Aturan Biar Lulus Masa Percobaan Setahun

Baca juga: Longsor Tutup Jalan Provinsi di Desa Glempang Mandiraja, Jalur Banjarnegara-Kebumen Putus

Baca juga: 5 Berita Populer: Warga Kendal Jadi Korban Laka Sriwijaya Air-Tempat Wisata Banjarnegara Tutup

Baca juga: Motor Warga Gentansari Banjarnegara Ini Raib Digondol Maling, Korban Lupa Cabut Kunci

"Kami coba untuk sigap langsung mengambil langkah untuk menangani tanah longsor ini," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (13/1/2021). 

Budhi mengimbau masyarakat atau pengguna jalan untuk berhati-hati saat melintasi jalan di Kabupaten Banjarnegara.

Pasalnya, di kanan kiri jalan di daerah ini banyak tebing yang rawan longsor

Masyarakat diimbau untuk waspada terutama saat menjumpai tanda-tanda tanah bergerak, semisal adanya tanaman atau pohon yang posisinya telah miring. 

Tebing dengan kondisi tanah yang labil itu bisa sewaktu-waktu bergerak hingga menimbun benda apapun di bawahnya. 

"Lihat kalau ada tanaman yang miring, waspada karena bisa seketika menimbun," katanya.

Pergerakan tanah terjadi di Desa Glempang Kec Mandiraja, RT 05 RW 04 karena dipicu hujan berintensitas tinggi, sejak Selasa (12/1/2021) sore hingga malam hari. 

Tebing setinggi sekira 25 meter longsor sepanjang sekira 50 meter, dengan lebar sekira 35 meter.

Ketebalan material yang menimbun jalan sekira 3 meter. 

Longsor mengakibatkan akses jalan utama Banjarnegara-Kebumen melalui Glempang Mandiraja tertutup total.

Sebab material longsor menutup penuh jalan raya.

Longsor susulan berpotensi masih bisa terjadi mengingat kondisi tanah yang labil. 

Warga Glempang, Marsid mengatakan, longsor terjadi di tebing yang telah dikepras sebelumnya untuk kepentingan pembangunan.

Longsor menimbun bangunan atau bengkel pembuatan batu bata yang berada di bawahnya.

Longsor juga nyaris mengenai sebuah rumah di sisi jalan raya. 

"Sekira 50 sentimeter longsorannya mengenai rumah."

"Saat kejadian itu orangnya sedang ngopi," katanya. (Khoirul Muzakki)

Baca juga: Begini Gambaran Mekanisme Jalur Pengamanan Pendistribusian Vaksin di Kebumen

Baca juga: Ditinjau Wakil Wali Kota Tegal, Kerusakan Jalan Mataram Langsung Diperbaiki

Baca juga: Pedagang Dibikin Kesal, Minta Dikirimi Pulsa, Atasnama Pegawai Puskesmas Randudongkal Pemalang

Baca juga: Sukamto Belum Sempat Transaksi Sabu, Terlebih Dahulu Ditangkap Polisi di Terminal Ngawen Blora

Penulis: khoirul muzaki
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved