Breaking News:

Berita Jateng

Lihat Tempat Wisata dan Restoran di Jateng Langgar Aturan PPKM? Lapor, Ada Hadiah Paket Rp 200 Ribu

Pemprov berharap peran aktif dari masyarakat untuk melaporkan tempat wisata, restoran, maupun tempat hiburan yang melanggar kebijakan pemerintah.

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Ilustrasi. Pengunjung tampak asyik berfoto ria di objek wisata Pantai Alam Indah (PAI) Tegal, Sabtu (2/1/2021). 

"Jangan punya pikiran, daerah saya tidak masuk daerah tiga itu (pelaksana PPKM). Jadi, semua harus terpanggil membatasi sesuai kewilayahannya," tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Indriyasari menyampaikan, pihaknya telah mengintruksikan kepada seluruh industri pariwisata dan tempat hiburan, antara lain perhotelan, restoran, kafe, rumah makan, SPA, karaoke, dan bar, untuk mengikuti aturan PPKM maksimal tutup pukul 21.00 WIB.

"Hampir semua outlet memasang jam operasional baru, sesuai PPKM," ucap Iin, sapaannya.

Baca juga: Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan Positif Covid-19, Diisolasi di Rumah Sakit di Surabaya

Baca juga: Jalan Antarkabupten di Trimulyo Wadaslintang Ambles 10 Meter, Jalur Wonosobo-Kebumen Putus

Baca juga: Langgar Jam Malam PPKM, 3 Tempat Usaha di Kota Semarang Disegel Sementara

Baca juga: Perjalanan KA Kamandaka Purwokerto–Tegal Dibatalkan, Imbas Putusnya Jembatan Rel di Brebes

Lebih lanjut, Iin menjelaskan, Disbudpar melibatkan seluruh pihak terkait hingga tingkat kelurahan untuk melakukan pengawasan.

Dia juga berharap, masyarakat dapat melaporkan apabila terdapat industri pariwisata dan tempat hiburan yang melanggar aturan. Pihaknya akan memberi teguran lisan, tertulis, hingga penutupan.

Untuk destinasi wisata, Pemerintah Kota Semarang masih tetap memberi izin operasi.

Namun, Iin mengingatkan, harus dilakukan pembatasan maksimal 50 persen dalam satu durasi waktu.

"Kadang, tempat wisata, jumlahnya secara akumulatif besar tapi sebetulnya, saat bersamaan, yang masuk tidak sebanyak itu. Contoh, pada hari Minggu, pengunjung Lawang Sewu mencapai 2.000 tapi yang masuk bergiliran. Pembatasan kami berlakukan 50 persen dalam satu durasi waktu," terangnya.

Sementara, Kota Lama yang menjadi jujukan wisata terbuka, akan menjadi perhatian Disbudpar selama masa PPKM.

Iin menegaskan, akan melakukan pengawasan secara berkala di kawasan tersebut untuk mengingatkan pengunjung tidak berkerumun.

Jalan utama Kota Lama, yakni Jalan Letjen Suprapto, juga ditutup mulai pukul 21.00-06.00 guna mengurangi kerumunan. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved