Berita Purbalingga
Pakai Pengeras Suara, Pengelola Pasar Segamas Ingatkan Pembeli dan Pedagang Taati Protokol Kesehatan
Untuk mencegah penularan Covid-19, Pengelola Pasar Segamas menerapkan protokol kesehatan secara ketat di lingkungan pasar.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS. COM, PURBALINGGA - Aktivitas di Pasar Segamas Kabupaten Purbalingga mulai meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru 2021. Untuk mencegah penularan Covid-19, Pengelola Pasar Segamas menerapkan protokol kesehatan secara ketat di lingkungan pasar.
Kepala UPT Pasar Segamas Adi Narwanto mengatakan, pihaknya senantiasa mengingatkan pedagang maupun pengunjung pasar agar menaati protokol kesehatan.
Terutama, menerapkan 3 M (mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).
"Kami ingatkan protokol kesehatan melalui pengeras suara maupun melalui petugas kami yang mengingatkan langsung ke mereka," katanya, Senin (28/12/2020).
Baca juga: Perayaan Tahun Baru Dilarang, Dipertegas Melalui Surat Edaran Bupati Purbalingga
Baca juga: Kisah 83 Warga Karanggambas Purbalingga Sembuh Covid-19, Kini Mereka Percaya dan Disiplin Prokes
Baca juga: Kapolres Purbalingga Kembali Ingatkan Warga Soal Perayaan Malam Tahun Baru, Ini Pesannya
Baca juga: Horor, Pelanggar Prokes Dimasukkan ke Keranda Jenazah, Operasi Yustisi Gabungan di Purbalingga
Untuk memfasilitasi pedagang maupun pengunjung pasar agar taat prokes, pihaknya menyiapkan sarana cuci tangan yang ditempatkan di sejumlah titik strategis di komplek pasar.
Adi mengakui, untuk mengatur jaga jarak antar pengunjung, cukup sulit.
Ini mengingat banyaknya jumlah pedagang maupun pengunjung pasar.
Jumlah pedagang di Pasar Segamas saja, ada seribuan lebih. Belum termasuk pelanggan yang datang silih berganti.
Karenanya, pihaknya hanya bisa mengingatkan mereka senantiasa menjaga jarak guna mengurangi risiko penularan corona.
"Tapi kan pembeli datangnya tidak bareng semua, silih berganti," katanya.
Adi mengatakan, sejauh ini belum ada kejadian menonjol di Pasar Segamas terkait kasus Covid 19.
Ia mengaku, 50 pedagang atau pengunjung pernah dites cepat (rapid test) oleh tenaga kesehatan. Tetapi, hasil seluruhnya nonreaktif.
"Pernah juga, dulu, kejadian pedagang pingsan tapi diketahui ternyata dia punya penyakit bawaan," katanya. (*)
Baca juga: Objek Wisata di Banyumas Tetap Buka saat Libur Tahun Baru, Begini Tata Cara Berkunjungnya
Baca juga: Peduli Kesehatan Warga, GP Ansor Kota Semarang Sumbang Vitamin dan Masker Lewat Pemkot
Baca juga: Dua Penambang Pasir di Bojonegoro Tewas setelah Terseret Perahu di Sungai Bengawan Solo
Baca juga: Lebih Mudah, Pembayaran Uji KIR di Salatiga Bisa Lewat Aplikasi Si Nona
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/pengunjung-pasar-segamas-purbalingga-memakai-masker-saat-berbelanja-senin-28122020.jpg)