Penanganan Corona
Horor, Pelanggar Prokes Dimasukkan ke Keranda Jenazah, Operasi Yustisi Gabungan di Purbalingga
Keranda yang dibawa ke Pasar Hewan Purbalingga bukan untuk mengantar jenazah, melainkan sarana penyadaran bagi para pelanggar protokol kesehatan.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Ada hal berbeda dalam operasi yustisi penegakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Purbalingga, Kamis (25/12/2020).
Tim gabungan TNI, Polri, Dinhub, dan Satpol PP membawa keranda jenazah di sekitaran Pasar Hewan PurbaIingga.
Kabag Ops Polres PurbaIingga, AKP Pujiono mengatakan, operasi yustisi kali ini sedikit berbeda dari kegiatan biasanya.
Baca juga: Minimalisir Penumpukan Sampel Swab, Dinkes Purbalingga Wacanakan Penggunaan Rapid Test Antigen
Baca juga: Omset Layanan Jujag Jujug Sudah Capai Rp 132 Juta, Transaksi Tertinggi di Pasar Segamas Purbalingga
Baca juga: Sepekan Ungkap Dua Kasus Narkoba, Wakapolres Purbalingga: Dibeli Buat Konsumsi Sendiri
Baca juga: Kapolres Purbalingga: Operasi Lilin Candi Kedepankan Protokol Kesehatan Masyarakat
Tim gugus tugas membawa keranda jenazah sambil memberikan sosialisasi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Keranda ini dibawa bukan untuk mengantar jenazah, melainkan untuk sarana penyadaran bagi para pelanggar protokol kesehatan.
Iya, pihaknya memberikan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.
Bukan dengan melafalkan lagu kebangsaan atau kerja sosial seperti umumnya.
Namun dengan memasukkan para pelanggar itu ke dalam keranda yang biasa dipakai untuk tempat mayat sebelum dikubur.
"Hal ini sebagai upaya menyadarkan masyarakat yang masih abai dan melanggar protokol kesehatan," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (25/12/2020).
Melalui sanksi ini, diharapkan masyarakat yang masih melanggar protokol kesehatan menjadi sadar akan pentingnya menjaga kesehatan.
Sehingga masyarakat akan memilih mematuhi protokol kesehatan daripada melanggar yang bisa berakibat fatal, bahkan sampai meninggal dunia.
"Corona ini bukan guyonan dan benar-benar nyata."
"Oleh sebab itu diperlukan kesadaran pada diri masing-masing untuk menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penyebarannya," ucapnya.
Kabag Ops menambahkan, keranda yang dibawa dalam kegiatan operasi adalah keranda baru yang diambil dari pengrajin.
Jadi ia memastikan tempat mayat itu sudah steril untuk digunakan sebagai media sosialisasi kepada masyarakat.