Berita Nasional
80 Rumah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung di Jombang, Begini Kesaksian Warga
Camat Megaluh, Eka Yulianto mengungkapkan, hasil pendataan sementara, terdapat 80 rumah dan bangunan milik warga rusak diterjang angin puting beliung.
TRIBUNBANYUMAS.COM, JOMBANG - Bencana angin puting beliung melanda dua dusun di Desa Megaluh, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Jumat (25/12/2020).
Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan rumah dan bangunan milik warga rusak.
Camat Megaluh, Eka Yulianto mengungkapkan, hasil pendataan sementara, terdapat 80 rumah dan bangunan milik warga yang rusak diterjang angin puting beliung.
Baca juga: Ini Penjelasan Dirut RSUD Brebes, Keluarga Tak Terima Pasien Dimakamkan Sesuai Prokes Covid-19
Baca juga: Wisatawan Wajib Rapid Test Antigen? Penegasan Disparpora Karanganyar: Tidak Ada Kebijakan Itu
Baca juga: Eryck Amaral Buka Suara Pasca Digugat Cerai Aura Kasih, Kirim Pesan Khusus Buat Kedua Putrinya
Baca juga: Kylian Mbappe Terancam Gagal Berlabuh di Real Madrid, Thomas Tuchel Dipecat PSG
Puluhan rumah yang rata-rata rusak pada bagian atapnya itu tersebar di Dusun Kedungtimongo dan Dusun Megaluh.
"Rumah yang terkena dampak hujan diiringi angin puting beliung, ada 80 rumah."
"Ada 10 rumah rusak berat, 15 rusak sedang, selebihnya rusak ringan," kata Eka seperti dilansir dari Kompas.com, Sabtu (26/12/2020).
Selain membuat puluhan rumah porak poranda, hujan disertai angin puting beliung di Desa Megaluh juga menyebabkan dua pohon besar tumbang.
Bupati Jombang, Mundjidah Wahab mengatakan, tidak ada korban jiwa ataupun luka akibat terjangan angin puting itu.
Dia mengungkapkan, Pemkab Jombang melalui BPBD akan membantu memperbaiki rumah warga yang rusak.
"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa, tidak ada korban terluka."
"Pemerintah akan membantu perbaikan atap yang rusak," kata Mundjidah.
Menurut Mariono (57), warga Dusun Megaluh yang rumahnya rusak karena angin puting beliung, terjangan angin terjadi pada Jumat (25/12/2020) sekira pukul 16.15.
"Datangnya angin saat turun hujan."
"Waktu itu hujannya belum begitu deras, ada angin," kata Mariono.
Dia mengungkapkan, angin puting beliung membuat rumahnya rusak pada bagian atap, mulai dari depan hingga ke belakang rumah.