Penanganan Corona

Minimalisir Penumpukan Sampel Swab, Dinkes Purbalingga Wacanakan Penggunaan Rapid Test Antigen

Wacana penerapan tes cepat antigen ini muncul menyusul adanya pembatasan uji laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR)  terhadap sampel swab. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Petugas Dinkes Purbalingga melakukan tes usap kepada anggota DPRD, Senin (21/12/2020). Tes swab ini dilakukan sebagai hasil tracing kasus Covid-19 di wilayah tersebut. 

Akibat pembatasan ini, tak ayal banyak sampel swab di Dinkes Kabupaten Purbalingga menumpuk.  

Dinkes hanya mendapat alokasi 100 sampel untuk diuji di laboratorium RSUD Prof Dr Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto per hari.

Sementara rumah sakit di Purbalingga mendapat jatah 100 sampel.

“Artinya, Purbalingga hanya bisa mengirim 200 sampel ke Laboratorium RSMS Purwokerto."

"Hal itu sebagaimana yang dirujuk Dinkes Jateng," kata Kepala Dinkes Kabupaten Purbalingga, Hanung Wikantono kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (25/12/2020). 

Karena pengiriman yang terbatas ini, otomatis sampel yang berada di Dinkes sudah menumpuk.

Sehingga, kata dia, dikhawatirkan tempat penyimpanan sampel tidak mencukupi. 

Hanung mengatakan, jatah pengiriman 100 sampel, termasuk sangat sedikit.

Sebab sampel tersebut termasuk juga kiriman dari 22 Puskesmas di seluruh wilayah Purbalingga.

Sementara Dinkes juga rutin melakukan tracing dan testing terhadap permohonan pengambilan sampel swab.

Banyaknya sampel swab yang harus diuji di laboratorium memperpanjang antrean. 

Hanung berucap, pihaknya baru mendapatkan hasil tes lab PCR setelah 5-7 hari setelah sampel dikirim. 

Padahal, di sisi lain, masyarakat khususnya mereka yang diambil sampelnya ingin mengetahui cepat hasilnya. 

"Ini tentunya menjadi kendala bagi kami."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved