Selasa, 14 April 2026

Berita Jawa Tengah

Hadapi Peningkatan Volume Kendaraan, Gardu di Gerbang Tol Kalikangkung Semarang Ditambah

Kenaikan kendaraan diperkirakan terjadi di Jalur A atau dari arah Jakarta menuju Kota Semarang yang melewati main gate atau GT Kalikangkung Semarang.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AKHTUR GUMILANG
Sebuah truk melewati GT Kalikangkung, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Senin (27/4/2020). Berlaku hari ini pula, di gerbang tol tersebut disekat dan dijaga petugas gabungan untuk halau pemudik masuk Semarang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Arus kendaraan yang melintas di Ruas Tol Trans Jawa terutama Pejagan (Brebes)-Batang-Semarang saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) diperkirakan mengalami peningkatan.

Kenaikan diperkirakan terjadi di Jalur A atau dari arah Jakarta menuju Kota Semarang yang melewati main gate atau Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Semarang.

Baca juga: Bupati Cilacap dan Istri Sudah Negatif Covid-19, Tatto Pamuji Beri Tips Mempercepat Kesembuhannya

Baca juga: PT KAI Jalankan KA Purwojaya Saat Libur Nataru, Relasi Cilacap-Purwokerto-Gambir, Ini Jadwalnya

Baca juga: Kades Cirahap di Banyumas Didugat Perdata, CV Setya Jaya Mandiri Minta Ganti Rugi Rp 2,38 Miliar

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Konsumsi BBM, PT Pertamina Siapkan 47 SPBU Kantong Dekat Lokasi Wisata Banyumas

Untuk mengantisipasi kenaikan arus kendaraan saat Nataru ini, PT Jasamarga Semarang Batang (PT JSB) menambah jumlah gardu di GT Kalikangkung.

Yaitu exit gate (untuk kendaraan dari Jakarta) dari 9 gardu menjadi 17 gardu.

Sedangkan, entrance gate (untuk kendaraan dari Semarang) yakni dari 5 gardu menjadi 12 gardu.

"Kami memprediksi adanya peningkatan volume lalu lintas kendaraan untuk arus mudik adalah pada Kamis (24/12/2020)."

"Prediksi untuk puncak arus balik terjadi pada 3 Januari 2021," kata Direktur Utama PT JSB, Prajudi kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (22/12/2020).

Selain itu, untuk mencegah meluasnya penularan virus Covid-19, pihaknya telah melakukan upaya pengetatan.

Protokol kesehatan diterapkan terutama di area rehat atau rest area jalan tol.

Antara lain dengan pembatasan pengunjung rest area, mewajibkan untuk memakai masker, menyediakan sarana cuci tangan dan sabun, dan sebagainya.

"Khusus pada layanan di tempat istirahat, PT JSB mengoptimalkan layanan di berbagai fasilitas yang tersedia dengan penerapan physical distancing melalui pembatasan pengunjung."

"Kapasitas parkir juga maksimum 50 persen, sebagai pencegahan penyebaran Covid-19," jelasnya.

Selain itu, PT JSB juga menyiagakan petugas operasional dan pos pengamanan serta bekerja sama dengan kepolisian.

Yakni untuk melakukan rekayasa lalu lintas buka tutup tempat istirahat saat terjadi antrean kendaraan.

"Kami mohon komitmen pengguna jalan untuk dapat disiplin protokol kesehatan di manapun berada."

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved