Breaking News:

Berita Semarang

Disanksi Bersihkan Makam di TPU Sompok Semarang, Pria Tak Pakai Masker Ini Langsung Menuju Makam Ibu

Mengetahui hukuman yang diberikan berupa membersihkan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sompok, ia memilih membersihkan makam sang ibu.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Pelanggar protokol kesehatan dihukum membersihkan makam dan berkirim doa di TPU Sompok. Seorang pelanggar, Agus, memilih membersihkan dan berdoa di makam ibunya sendiri, Senin (14/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Seorang warga di Kota Semarang memanfaatkan kesempatan menjalani sanksi membersihkan makam untuk nyekar ke makam ibunya. Dia disanksi membersihkan makam lantaran terjaring razia protokol kesehatan di Jalan Sompok Lama, Peterongan, Semarang Selatan, Senin (14/11/2020).

Saat razia berlangsung, pria bernama Agus ini kedapatan tak memakai masker.

Saat mengetahui hukuman yang diberikan berupa membersihkan makam dan berkirim doa di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sompok, ia memilih membersihkan makam sang ibu.

"Kebetulan disuruh bersihin makam, saya sekalian nyekar ke makam ibu," ucap Agus.

Baca juga: Rutin Gelar Razia Masker 4 Kali Sepekan, Satpol PP Purbalingga Masih Temukan Warga Tak Bermasker

Baca juga: Tak Cuma Terjaring Razia Masker di Tegal, Pemuda Asal Brebes Ini Ketahuan Bawa 549 Pil Hixymer

Baca juga: Tak Cuma Razia Masker, Polres Kebumen Juga Cek Isi Dompet Pengendara, Kalau Kosong Diberi Uang

Baca juga: Tak Hanya Denda Rp 50 Ribu, Warga yang Terjaring Razia Masker di Banyumas Juga Disanksi Nyapu Jalan

Dia pun langsung menuju makam ibunya dan membersihkan rumput di sekeliling pusara, dilanjutkan berkirim doa untuk mendiang ibu.

Saat hendak meninggalkan makam, ia seolah bercerita kepada ibunya bahwa dirinya ditangkap petugas Satpol PP karena tidak memakai masker.

"Mama, aku dicekel polisi PP. Ra nganggo masker. Balik sek ya, Ma (mama, saya ditangkap polisi pamong praja karena tidak pakai masker. Sudah ya, pulang dulu, ma)," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, tingkat pelanggar protokol kesehatan di jalanan sudah mulai menurun.

Terbukti, pada operasi kali ini, pihaknya hanya menjumpai 10 pelanggar saja. Angka ini berkurang dibandingkan operasi protokol kesehatan yang digelar sebelumnya.

Selain harus mendapat sanksi sosial, pelanggar juga wajib menjalani rapid test yang dilayani petugas Dinas Kesehatan.

Razia protokol kesehatan ke depan, sambungnya, akan menyasar ke tempat nongkrong atau tempat lain yang kerap terjadi kerumunan.

Semisal, wilayah Tlogosari, pasar tiban pagi hari, Kota Lama, tempat nongkrong di sepanjang Jalan Imam Barjo.

"Kalau masyarakat menyepelekan, kondisi Covid-19 tentu tidak ada titik temu. Kami, pemerintah, terus berupaya menekan angka Covid-19," ucapnya.

Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok di Kota Tegal Mulai Naik, Daging Ayam Rp 40 Ribu/Kg dan Telur Ayam Rp 27/Kg

Baca juga: Warga Diminta Tunggu Pengumuman Resmi, Pemerintah Belum Menetapkan Harga Vaksin Sinovac

Baca juga: KA Brantas Tabrak Mobil Patroli Polsek Kalijambe Sragen, 2 Polisi Tewas dan 1 Anggota TNI Hilang

Baca juga: Positif Covid-19, Bupati Purbalingga Tiwi Minta Maaf Tak Bisa Kunjungi Warga Korban Bencana

Sejak 16 September lalu, pihaknya bersama tim dari Muspika, Dinas Kesehatan, Polres, dan Kodim, telah menggelar operasi gabungan sebanyak 60 kali, di sejumlah titik.

"Total, ada 2.441 pelanggar. Reaktif 60 orang. Semua sudah diswab lagi dan hasil mereka sudah negatif. Yang jadi masalah sekarang ini, klaster keluarga dan kerumunan. Makanya, kami akan masuk ke tempat-tempat nongkrong, di kucingan, di kafe," sebutnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved