Penanganan Corona
Khawatir Muncul Klaster Sekolah, Dewan Minta Pemkab Karanganyar Kaji Ulang Rencana KBM Tatap Muka
Adanya peningkatan kasus Covid-19 di Karanganyar harus menjadi bahan dasar evaluasi atau kajian ulang atas kebijakan penyelenggaraan KBM tatap muka.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - DPRD Kabupaten Karanganyar meminta rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang akan dimulai kembali pada awal 2021 dikaji terlebih dahulu.
Sebab, kasus Covid-19 di Karanganyar cenderung mengalami kenaikan.
Berdasarkan data yang dihimpun melalui Instagram @dinkeskaranganyar, tercatat ada 347 kasus positif Covid-19 pada akhir November 2020.
Sedangkan pada Jumat (11/12/2020), ada 609 kasus positif Covid-19.
Baca juga: Nurini Sebut Rencana KBM Tatap Muka Masih Dibahas Internal Disdikbud Karanganyar
Baca juga: Tiga Rumah Warga Desa Tengklik Mendesak Direlokasi, BPBD Karanganyar: Rawan Terkena Longsoran
Baca juga: 45 Menit Sudah Terjaring 35 Kendaraan, Operasi Tindak Penerobos Jalur Satu Arah di Karanganyar
Baca juga: Tidak Jadi Gunakan Hotel, Pemkab Karanganyar Usulkan BLK Karangpandan Jadi Tempat Isolasi Khusus
Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Karanganyar, Endang Muryani menyampaikan, kasus penyebaran Covid-19 yang terjadi di sekolah daerah lain dapat menjadi pembelajaran bersama.
Itu setidaknya jadi patokan sebelum menyelenggarakan pembelajaran tatap muka di tengah kondisi pandemi.
"Kebijakan tersebut tetap harus dievaluasi."
"Bagaimana kesiapan Pemkab Karanganyar dalam mengantisipasi lebih parahnya penyebaran Covid-19."
"Dilihat secara detail kondisi di lapangan, bagaimana kesiapan secara sarana dan prasarana terkait antisipasi penyebaran Covid-19."
"Siap tidak menerima konsekuensi yang akan terjadi."
"Bagaimana pengawasan dan pendampingannya," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (12/12/2020).
Menurutnya, adanya peningkatan kasus Covid-19 di Karanganyar itu juga harus menjadi bahan dasar evaluasi atau kajian ulang atas kebijakan penyelenggaraan KBM tatap muka.
"Nanti cuma memerintahkan tatap muka tapi abai terhadap kejadian di lapangan."
"Itu yang kami khawatirkan."
"Satgas harus bekerja maksimal juga," ucap Endang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/kaji-ulang-kbm-tatap-muka.jpg)