Breaking News:

Berita Korupsi

KPK Sebut Masih Akan Terus Dalami Aliran Dana Kasus Suap Edhy Prabowo

Dalam kasus ini, Edhy diduga menerima uang hasil suap terkait izin ekspor benih lobster senilai Rp 3,4 miliar melalui PT Aero Citra Kargo (PT ACK).

Editor: deni setiawan
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (tengah) menjawab pertanyaan wartawan usai konferensi pers penetapan tersangka kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/11/2020) dini hari. KPK menetapkan tujuh tersangka dalam kasus korupsi tersebut, salah satunya yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - KPK hingga saat ini terus mencoba mendalami aliran dana dalam kasus dugaan suap terkait izin ekspor benih lobster yang menjerat Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

Aliran dana itu didalami penyidik saat memeriksa beberapa saksi pada Selasa (8/12/2020).

Satu di antaranya adalah seorang pengurus rumah tangga bernama Devi Komalah Sari.

Baca juga: Hasil Pilkada Purbalingga 2020, Tiwi Ingin Gandeng Rival Politiknya Bersama Bangun Purbalingga

Baca juga: Kisah Ponem dan Turah di Batang, Dua Nenek Pemetik Teh Ini Huni Gubuk Reyot, Makan Dibantu Warga

Baca juga: Ngesti Nugraha: Kemenangan Ini Akan Dijawab Melalui Komitmen 64 Program di Kabupaten Semarang

Baca juga: Hasil Hitung Cepat Pilbup Pemalang 2020: Agung-Mansur Sujud Syukur, Klaim Unggul di 11 Kecamatan

"Devi Komalah Sari dikonfirmasi mengenai dugaan aliran uang kepada tersangka EP dan kawan-kawan," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (9/12/2020).

Selain Devi, penyidik memeriksa tiga orang lain dalam kasus ini.

Yakni sales PT PLI bernama Ellen dan dua orang staf khusus Edhy, Qushairi Rawi dan Putri Catur.

Ali menuturkan, Ellen dikonfirmasi penyidik terkait pemaparan PT Aero Citra Kargo (PT ACK) kepada para eksportir.

PT PLI diduga berkongsi dengan PT ACK sebagai forwarder dari eksportir benih lobster ke negara-negara tujuan.

Sementara itu, Qushairi dikonfirmasi mengenai adanya aliran sejumlah uang dari tersangka Amiril Mukminin.

Sedangkan, Putri Catur dikonfirmasi mengenai berbagai barang bukti yang dititipkan oleh tersangka Andreau Pribadi Misata, staf khusus Edhy, kepada dirinya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved