Pilkada Serentak 2020
Debat Pilkada Kabupaten Purbalingga, Paslon Dilarang Bawa Pendukung
KPU sebagai penyelenggara Pemilu harus bisa menjamin kesehatan masyarakat agar tak muncul klaster Pilkada.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Debat terbuka paslon Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga semakin dekat.
Acara yag dinanti-nanti masyarakat Purbalingga itu akan dihelat pada Rabu (25/11/2020).
Gelaran itu akan menjadi ajang bagi masing-masing pasangan calon, baik Oji-Jeni (nomor urut 1) maupun Tiwi-Dono (nomor urut 2) untuk unjuk gigi di hadapan publik yang akan memilih mereka.
Baca juga: Berikut 19 Raperda Kabupaten Purbalingga, Sudah Disetujui dalam Propemperda Tahun 2021
Baca juga: Biar Tidak Terkesan Gajian, Tahun Depan Ada Batasan Tahun Penerimaan PKH, Termasuk Purbalingga
Baca juga: Debat Pilkada Purbalingga Digelar 25 November, Hadirkan Lima Panelis, Ini Materi yang Bakal Dikupas
Baca juga: Warga Protes Isolasi Karyawan Pabrik Positif Covid-19 di Purbalingga Dilakukan di Kos
Tetapi ada yang beda pada debat publik kali ini, tak seperti even serupa pada Pemilu sebelumnya.
Karena digelar di tengah suasana Pandemi Covid 19, protokol kesehatan diberlakukan ketat.
Ini sekaligus kampanye protokol kesehatan, KPU sebagai penyelenggara Pemilu harus bisa menjamin kesehatan masyarakat agar tak muncul klaster Pilkada.
Komisioner KPU Kabupaten Purbalingga, Andri Supriyanto mengatakan, jumlah orang yang mengikuti acara itu dibatasi agar mudah menjaga jarak.
Andri memastikan, di dalam ruangan acara debat, hanya akan terisi sekira 18 orang, termasuk calon.
Rinciannya, 4 orang atau dua pasangan calon, 5 panelis dan 1 moderator, tim kampanye paslon 4 orang, anggota KPU 5 orang, serta perwakilan Bawaslu Purbalingga.
"Debat dilaksanakan dengan protokol ketat tanpa kerumunan," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (21/11/2020).
Selain jumlah orang di ruangan dibatasi, Paslon juga dilarang membawa pendukung di luar ruangan.
Ini untuk mencegah terjadinya kerumunan yang bisa meningkatkan risiko penyebaran Covid 19.
Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan aparat keamanan, baik Polri maupun TNI untuk menjaga kondusivitas acara.
Andri pun memastikan seluruh anggota KPU yang melaksanakan acara itu sudah pernah menjalani swab test dengan hasil negatif.
Para panelis yang diundang dalam acara itu juga telah melaporkan kondisi kesehatannya.