Berita Jawa Tengah
Tradisi Ngangsu di Dusun Grenjeng Karanganyar Dikemas Jadi Destinasi Wisata Baru, Begini Jadinya
tradisi ngangsu atau mengambil air dari sumbernya dikemas menjadi destinasi wisata baru bernama Pasar Budaya Ngangsu di Karanganyar.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
Panitia telah menyediakan fasilitas cuci tangan di beberapa titik.
Panitia juga akan menyemprotan carian hand sanitizer serta mengecek suhu tubuh para pengunjung sebelum memasuki kawasan pasar.
Di pasar budaya ini pengunjung dapat merasakan segarnya air dari Sumur Emas dan disuguhkan kesejukan udara di pedesaan.
Haryadi menyampaikan, selain mengenalkan kepada masyarakat tentang tradisi ngangsu.

Baca juga: Borobudur Marathon 2020, Pelari Kategori Virtual Challenge Bisa Pilih Panjang Rute
Baca juga: Satu Pegawai Puskesmas Colomadu I Hasilnya Belum Keluar, DKK Karanganyar: Masih Uji Laboratorium
Baca juga: Jumat Malam Logistik Pilkada Sudah Sampai, Langsung Disimpan di Gudang KPU Purbalingga
Di pasar budaya ini, juga tersedia zona dolanan atau permainan tradisional.
Anak-anak dapat bermain lompat tali, egrang, dakon, gobak sodor, mencari ikan di sungai dan lainnya.
Puas bermain dan jalan-jalan di pasar budaya, pengunjung dapat istirahat sembari mencicipi makanan tradisional.
Seperti tiwul, gendar pecel, apem, sawut dan minuman dawet, degan, serta jamu.
Pengunjung dapat menukarkan uang Rupiah dengan koin khusus untuk dapat melakukan transaksi.
Pengelola menyediakan koin dengan nominal dari Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, dan Rp 10 ribu.
Laki-laki 46 tahun itu mengungkapkan, pasar budaya ini baru pertama kali diselenggarakan di Desa Dayu.
Ke depan, rencananya acara ini akan digelar setiap satu bulan sekali.
Selain mengangkat potensi yang ada di sini, lanjutnya, dengan adanya pasar budaya ini juga dapat menggerakan sektor ekonomi dari warga sekitar.
Pengunjung asal Nogosari Boyolali, Agus Mulyadi (41) mengatakan, mengetahui adanya pasar budaya ini dari rekannya.
Sehingga tertarik mengunjungi bersama rombongan keluarga.